Bagaimana Kiper Melatih Refleks Mereka?

Barangkali, lewat apa yang ditunjukkan David de Gea dalam pertandingan versus Arsenal, Minggu (3/12) kemarin, kiper tak akan lagi menjadi posisi yang paling tidak menyenangkan seperti biasanya.
Mungkin setelah ini, anak-anak yang bermain sepak bola bersama teman-temannya tidak akan seperti kita dulu. Mereka tidak akan menunjuk teman yang kalah ber-hompimpa untuk bermain sebagai kiper. Barangkali, sebentar lagi, menjadi kiper akan sama kerennya dengan menjadi penyerang.
Atas segala kemungkinan ini, kumparan merangkum latihan-latihan sederhana untuk melatih refleks laiknya penjaga gawang profesional.
1. Rotation Drill
Latihan ini banyak digunakan oleh pemain profesional untuk melatih rekfleks mereka. Caranya, penjaga gawang berdiri membelakangi arah datangnya bola. Pelatih harus memberikan tanda kapan penjaga gawang harus berbalik. Saat peluit dibunyikan penjaga gawang harus langsung berbalik dan membaca arah datangnya bola secara cepat dan tepat. Beberapa saat setelah peluit tadi dibunyikan juga, penendang akan menendang bola. Konsentrasi tinggi adalah hal yang mutlak dalam latihan ini.
2. Parrying Drill
Idealnya, latihan ini membutuhkan bantuan dua orang penendang. Penendang pertama akan memberikan umpan secara cepat kepada penendang kedua yang akan melepaskan tendangan ke arah gawang. Halau bola tadi ke sisi kanan atau kiri gawang, namun sebelumnya mintalah mitra Anda untuk mengambil bola dan menyusun serangang seperti tadi dengan cepat.
3. Simple Catch Drill
Sesederhana apa pun latihan, asal dilakukan dengan cara yang tepat akan menjadi efektif. Cara ini akan lebih efektif bila dilakukan secara bergantian oleh dua orang kiper. Kiper pertama berada dalam posisi setengah tidur dengan kaki ditekuk. Bola dilemparkan ke kanan dan kiri. Begitu ditangkap, bola langsung dilemparkan kembali. Latihan ini dilakukan berulang kali dan secara bergantian. Selain melatih refleks, latihan macam ini juga berguna untuk menguatkan otot perut.
4. Wall Ball
Latihan ini bisa dilakukan sendiri. Khusus pada latihan ini, bola yang digunakan bukan bola untuk sepak bola. Yang paling ideal adalah bola tenis. Bola dilempar dengan kecepatan bervariasi. Metodenya pun bervariasi. Dalam latihan ini, bola bisa ditangkap atau dipantulkan kembali.
5. Foot-Catch Drill
Kaki juga penting bagi penjaga gawang untuk mencegah kebobolan gol. Latihan ini bisa dilakukan oleh dua orang kiper ataupun sendiri. Caranya, kaki dibuka dan bola dibiarkan melewati kaki. Jika bola telah melewati badan, maka kiper akan langsung melompat ke belakang dan menangkap bola.
6. Cones Drill
Cone dibutuhkan sebagai alat bantu untuk latihan jenis ini. Masing-masing dua cone diletakkan di kanan dan kiri penjaga gawang. Sementara jarak antara cone diatur sesuai dengan tingkat kesulitan latihan. Bola bisa diarahkan ke kanan atau kiri. Kiper melompati cone 1 lalu ke cone 2. Bola dilempar saat kiper sudah menyentuh cone 2. Untuk tingkat kesulitan yang lebih tinggi, cone yang digunakan bisa lebih dari dua untuk setiap sisi. Latihan ini dapat digunakan baik untuk bola datar maupun bola udara.
7. Group Drill
Latihan ini membutuhkan empat atau lima penjaga gawang untuk membentuk satu lingkaran. Keempat atau kelima penjaga gawang ini harus saling melempar ataupun menendang bola. Bola tidak boleh berhenti sampai waktu yang dilakukan oleh pelatih. Latihan dapat dilakukan bervariasi. Misalnya untuk beberapa menit pertama hanya boleh menggunakan tangan. Lalu di menit-menit selanjutnya boleh menggunakan kaki.
Namun selain refleks, penjaga gawang juga harus melatih kemampuannya dalam membaca lawan. Saat seorang penjaga gawang bisa membaca lawan, maka penjaga gawang tersebut akan dapat mempersiapkan diri bahkan untuk situasi genting, dalam waktu secepat mungkin. Mirip dengan olahraga lainnya yang membutuhkan respon cepat, menjadi penjaga gawang berarti tidak mengandalkan pikiran kedua ataupun kesekian. Dalam dunia penjaga gawang, fokus berarti mengambil keputusan dalam waktu yang teramat singkat.
