Kumparan Logo

Bagaimana Ritual Kitman Menyiapkan Kostum Tanding Timnas U-19?

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Budi Handoko, Kitman Timnas U-19. (Foto: Dok. Budi Handoko)
zoom-in-whitePerbesar
Budi Handoko, Kitman Timnas U-19. (Foto: Dok. Budi Handoko)

Latihan adalah salah satu kunci keberhasilan sebuah tim membangun sebuah sistem permainan. Sudah menjadi tugas pelatih, tentunya, untuk bertanggung jawab akan hal ini.

Akan tetapi, sebuah tim tidak hanya terdiri dari pelatih dan pemain saja. Di dalamnya terdapat elemen-elemen lain yang bahu-membahu mengurus dan mengakomodir kebutuhan tim. Selain asisten pelatih dan sederet official lainnya, ada juga kitman yang bertugas untuk menyiapkan berbagai kebutuhan pemain seperti kostum tanding, minuman, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Salah satu kitman Timnas U-19 saat ini, Budi Handoko, pun bercerita kepada kumparan (kumparan.com) soal tugas sehari-harinya ketika mengurusi keperluan Timnas U-19 dan sisi-sisi lain di luar lapangan baik ketika latihan maupun pertandingan.

Bagaimana urutan dan ritual sehari-harinya ketika menyiapkan kostum tanding para pemain?

Untuk persiapan ketika pertandingan, kita siapkan satu hari sebelumnya. Misalnya, kita bermain sore jam 15.30, malamnya di hotel saya sudah siapkan semuanya, jersey (baju) tanding, kaus kaki, jaket, bola, marker (board), minum, dan keperluan lainnya.

Kemudian jika kita main sore, biasanya ada satu kitman yang sudah berangkat dulu ke stadion untuk mempersiapkan perlengkapan di ruang ganti. Biasanya itu Mas Mukhni, saya sendiri menunggu di hotel untuk mengkoordinir anak-anak yang nanti berangkat ke stadium. Intinya kita saling bantu.

Ketika permainan selesai, pemain memasukkan baju, celana, kaus kaki kotor ke dalam wadah yang sudah kita siapkan. Kita masukkan ke dalam koper dan nanti di-laundry di hotel.

Kalau untuk latihan berbeda. Malam sebelum latihan, baju latihan sudah saya siapkan di kamar saya. Kemudian para pemain mengambil sendiri bajunya ke kamar saya. Nanti setelah latihan, baju kotor disimpan di tempat yang sudah ditentukan.

Berapa setel kostum yang disediakan untuk tiap pemain setiap pertandingan?

Untuk pertandingan kita sediakan dua setel baju. Misalnya kita main pakai jersey home (merah), kita siapkan dua setel baju, celana, kaus kaki. Begitu juga kalau pakai jersey away (putih). Untuk jaketnya kita sediakan satu.

Begitu pertandingan selesai, bagaimana nasib kostum-kostum itu? Bolehkah para pemain bertukar kostum?

Kalau sudah selesai pertandingan langsung disimpan di wadah untuk baju kotor. Nanti malamnya kita laundry. Untuk bertukar kostum, tidak.

Budi Handoko, berdiri paling kanan. (Foto: Dok. Budi Handoko)
zoom-in-whitePerbesar
Budi Handoko, berdiri paling kanan. (Foto: Dok. Budi Handoko)

Timnas U-19, selama Piala AFF, ini dapat total berapa setel kostum tanding?

Untuk total berarti dapat empat setel, jersey home dua, jersey away dua.

Pengalaman selama jadi staf Timnas, apa saja kesan-kesannya. Siapa pemain yang paling kocak, siapa yang kelihatan jadi pemimpin?

Untuk saya semua momen yang terjadi bersama Timnas U-19 semuanya berkesan. Terlebih di sini tidak ada gap antara satu dengan lainnya. Semua keluarga.

Untuk pemain yang selalu bisa mencairkan suasana, saya rasa Irsan Rahman dan Resky Fandi. Mereka yang selalu bisa memecah suasana. Kita ‘kan di Timnas U-19 sering memutar lagu-lagu Ambon, nah mereka ini kalau sudah di putar musik itu sering langsung berjoget.

Untuk pemain yang terlihat kepemimpinannya saya rasa kapten Timnas U-19, Rachmat Irianto, selalu bisa memotivasi kawan-kawannya. Dia tidak mengingatkan dengan nada tinggi, tapi dengan memotivasi. Dia bisa mengangkat mental pemain lainnya.

Selama persiapan menuju Piala AFF, apa saja yang dilakukan oleh para staf pelatih?

Untuk program latihan sudah disiapkan oleh staff pelatih sejak Maret sampai kualifikasi AFC nanti. Untuk kami sendiri (kitman) kita membantu mendistribusikan kebutuhan pemain dan official.

Jadi kita ada sponsor, dari sponsor itu dikirim ke PSSI kemudian saya membantu mendistribusikannya untuk para pemain. Mulai dari sepatu bola dan sepatu kets, koper, baju polo, kaus-kaus, tas ransel, topi dan aksesoris lainnya.

Untuk tim sendiri kita siapkan bola, cone, dan alat-alat kebutuhan lainnya.

Pernahkah dimintai orang luar untuk meminta tanda tangan ke pemain atau kostum tanding pemain?

Kalau diminta tolong untuk tanda tangan cukup sering, terlebih waktu sedang pemusatan latihan. Biasanya ada teman yang datang ke stadium terus minta tolong untuk dimintai tanda tangan ke pemain. Saya langsung bilang ke pemainnya, dan selalu mau. Karena kita juga mengajarkan anak-anak untuk ramah dan tetap rendah hati ke semua orang.

Tapi kalau sudah di hotel kemudian sudah waktu istirahat dan ada yang minta tanda tangan ke pemain, kami tidak bisa menerima. Karena anak-anak sudah punya jadwal.

Budi bersama staf Timnas lainnya. (Foto: Dok. Budi Handoko)
zoom-in-whitePerbesar
Budi bersama staf Timnas lainnya. (Foto: Dok. Budi Handoko)

Jadwal para pemain ketika pertandingan seperti ini bagaimana?

Intinya semua pemain harus masuk ke kamar ketika pukul 9 malam, untuk bangun ‘kan berbeda-beda. Ada yang salat subuh dulu. Kemudian sekitar jam 7 pagi melakukan latihan ringan dan dilanjutkan sarapan dan briefing.

Setelah itu kembali ke kamar masing-masing. Jika bertanding sore, maka siang sudah bersiap-siap.

Ada kesulitan menjadi kitman Timnas U-19?

Semua pemain di sini dituntut untuk mandiri meskipun ada kitman. Seperti harus mengambil baju latihan sendiri ke kamar saya dan menyimpan baju kotor di tempat yang sudah ditentukan. Semua pemain disiplin dan mandiri.

Pertandingan paling emosional sejauh ini?

Pertandingan paling terasa menegangkan itu saat laga pembuka melawan tuan rumah, Myanmar. Saat itu kita tertinggal dan bisa berbalik unggul di menit akhir.