Bagus Kahfi Gemilang, Timnas U-19 Bungkam China

Timnas U-19 Indonesia berhasil memetik kemenangan 3-1 atas China pada uji tanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (17/10/2019) malam WIB.
Pasukan Fakhri Husaini tampak superior pada babak pertama. Buktinya, Garuda Muda bisa unggul tiga gol tanpa balas sampai jeda turun minum. Padahal, Indonesia ditekan sejak menit awal oleh tim tamu.
Berulang kali China melancarkan serangan. Namun, kedisiplinan Garuda Muda mengawal pertahanan menjadi kunci tidak tembusnya serangan-serangan China.
Sebaliknya, kesabaran Indonesia yang tampil lebih menunggu berbuah hasil. Selepas 10 menit laga berjalan, skema serangan balik Indonesia lebih efektif. Malapetaka buat China pun hadir pada menit ke-13.
Penetrasi Fajar Fathur Rachman dari sisi kiri berakhir dengan umpan silang mendatar. Beckham Putra yang berdiri di mulut gawang China sempat gagal mengonversi umpan tersebut dan melahirkan bola liar.
Amiruddin Bagus Kahfi yang berdiri bebas siap menyambut bola liar. Dengan sepakan keras kaki kiri, jala gawang China akhirnya bergetar.
Unggul satu gol, Indonesia makin percaya diri. Perlahan tapi pasti Sutan Diego Zico dan kolega berani menguasai bola. Kondisi berbalik. China yang mulai menunggu dan pemain kembali wilayah sendiri.
Benar saja, berbekal penguasaan bola, Indonesia memporak-porandakan pertahanan lawan. Kombinasi operan pendek membuat pertahanan China kebingungan.
Indonesia sukses memperlebar jarak keunggulan pada menit ke-26. Bagus dan Fajar kembali menjadi kunci pada terciptanya gol kedua Garuda Muda. Bagus melepas umpan silang mendatar ke tiang jauh. Fajar yang sudah menunggu tanpa pengawalan dengan mudah menyambut umpan untuk mengonversi menjadi gol.
China sebetulnya sempat bereaksi setelah tertinggal 2-0. Satu peluang didapatkan pada menit ke-27 melalui aksi Aisikaer Aifeierding. Ia menerima umpan lambung di jantung pertahanan Indonesia. Namun, Ernando Ari Sutaryadi sigap keluar dari gawang untuk memblok tendangan Aisikaer.
Superioritas Garuda Muda kian menjadi. Peluang kembali tercipta pada menit ke-34. Beckham hampir saja mencetak gol andai saja tendangan kaki luarnya tidak diblok bek lawan. Serangan itu berbuah sepak pojok.
Sepak pojok itu ternyata mengawali gol ketiga Indonesia. Bermula eksekusi sepak pojok dengan operan pendek, bola lalu dikuasai Bagus. Pemain bernomor 20 itu memberi umpan lambung ke kotak penalti.
Alfeandra Dewangga yang berdiri tanpa pengawalan langsung menyundul bola ke gawang. Bola meluncur deras ke pojok kanan atas kiper China meski sempat ditepis. Skor tiga gol tanpa balas menutup babak pertama.
Pada babak kedua Indonesia masuk ke lapangan dengan kepala tegak. Tidak ada perubahan cara bermain Garuda Muda. Penguasaan bola tetap menjadi pilihan skuat Fakhri Husaini.
Mochammad Supriadi yang baru masuk pada paruh kedua langsung memberikan ancaman pada menit ke-50. Ia mengecoh satu bek China sebelum merangsek ke kotak penalti lawan. Sayang, tendangan kaki kanannya masih melebar.
Tiga menit berikutnya, Supriadi mendapat peluang emas. Sutan Zico berani melewati bek China lalu masuk ke kotak penalti. Striker Garuda Muda itu tak egois. Ia melepas umpan mendatar ke tiang jauh. Namun, Supriadi gagal menjadikan umpan tersebut gol di mana gawang terbuka tanpa penjagaan kiper.
Sepanjang 10 menit berikutnya, China tak bisa berbuat banyak. Indonesia mengurung tim tamu. Anak didik Cheng Yaodong mencoba keluar dari tekanan dengan serangan balik. Skema itu lumayan ampuh karena China berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-64 lewat eksekusi penalti.
Tekel Salman Alfarid yang mencoba menutup pergerakan striker China di kotak penalti ternyata dianggap sebuah pelanggaran. Wasit Ikhsan Prasetya Jati juga mengganjar Salman dengan kartu kuning.
Indonesia kembali menguasai bola setelah kebobolan. Seakan tak ingin gol dari kubu lawan dimanfaatkan momen membalikkan keadaan.
Baru dua menit selepas Ernando memungut bola dari gawang, Beckham menciptakan peluang. Ia melewati dua bek tengah China sebelum melepas tembakan. Namun, akhir dari usaha Beckham berhasil diamankan kiper Zihao Hijang.
Tekanan demi tekanan yang dibuat Indonesia tak berbuah gol hingga akhir babak kedua. Empat pergantian dengan memasukkan Supriadi, Brylian Aldama, Rendy Juliansyah, Sedy Ephy pun tak bisa berkontribusi.
Hasil 3-1 menutup pertandingan. Bagus menjadi pemain yang paling banyak berkontribusi. Ia mencetak satu gol dan dua assist.
Indonesia kembali akan bertemu China pada uji coba kedua yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali) pada 20 Oktober mendatang.
