Bali United Cafe, Opsi Terbaru Menyaksikan Laga di Stadion

Bali United tak berhenti berinovasi. Markas mereka, Stadion Kapten I Wayan Dipta, menjadi bukti. Setuju atau tidak setuju, keberadaan stadion sangat dipengaruhi oleh keadaan sosialnya. Entah itu dari penamaan, fasilitas yang dibangun, atau apa yang dilakukan masyarakat sekitar di sebuah stadion.
Intinya, setiap stadion dibangun tak hanya menjadi tempat para penggawa berlaga, tapi juga menjadi rumah dan memenuhi hasrat para pengunjungnya. Teraktual, manajemen Bali United membangun Bali United Cafe dan Playland (wahana bermain anak-anak).
Apa yang dilakukan manajemen Bali United tidak lepas dari keadaan sosial masyarakat Bali yang menganggap stadion tidak cuma sebagai arena pertandingan, melainkan tempat wisata dan hiburan.

Diresmikan pada Selasa (5/6/2018), Bali United Cafe mengusung konsep ganda: industrial dan sepak bola. Nuansa sepak bola yang kental terlihat dari penggunaan meja yang dibentuk menyerupai lapangan sepak bola mini, lengkap dengan kursi-kursi yang mengambil konsep jersi para penggawa Bali United. Bila diperhatikan, kursi-kursi ini mencantumkan nama dan nomor punggung para pemain, yang didominasi warna merah sebagai identitas klub.

Sembari nongkrong dan menikmati sajian yang ditawarkan di kafe ini, para pengunjung bisa melihat aktivitas para pemain, tak hanya saat pertandingan, tapi juga saat latihan. Jika ingin melihat dengan jelas, area di sisi barat dengan kaca yang bersebelahan langsung dengan lapangan menjadi pilihan yang tepat. Pihak pengelola juga menyediakan area yang menyerupai tribune sehingga suasana stadion tidak hilang sepenuhnya.

Menonton pertandingan sepak bola dari dalam kafe yang nyaman agaknya menjadi semacam antidot bagi budaya tribune yang mengakar dalam ranah sepak bola. Namun, pengunjung tak perlu khawatir. Walaupun menjadi sedikit berjarak dengan tribune penonton, kaca besar yang digunakan sebagai dinding pemisah pada kenyataannya berhasil 'mendekatkan' para pengunjung dengan suasana stadion.

Karena Bali merupakan kota seni, Bali United Cafe pun tak mau berjauh-jauhan dengan seni. Komitmen ini ditunjukkan lewat kolaborasi dengan komunitas seni Bali, Vonzealous, dengan karya muralnya yang tampak pada salah satu sisi dinding di area non-smoking. Selain Vonzealous, karya DNZ Toon pun terlihat di sisi dinding lain yang juga dapat berfungsi menjadi spot foto para pengunjung.

Yang menarik, Bali United Cafe memberlakukan satu aturan main. Menariknya, jika ada pertandingan kandang, kafe ini membatasi jumlah kunjungan untuk tamu reguler hingga dua jam sebelum pertandingan dimulai. Untuk menerima akses VIP, pengunjung bisa melakukan reservasi dengan voucher VIP seharga Rp 200 ribu per orang, yang sudah termasuk dengan paket makanan sembari menonton pertandingan dari area kafe.
Mengusung konsep sport bar, Bali United Cafe juga dapat difungsikan sebagai area menonton berbagai pertandingan olahraga. Tak sepak bola melulu, mulai dari golf hingga kriket, semua bisa disaksikan di sini, tergantung dengan perminataan para pengunjung. Namun, kecintaan kepada klub tetap menjadi yang nomor satu. Saat match day, pertandingan Bali United tetap menjadi prioritas.

Antusiasme pengunjung membuat pengelola tak berhenti berinovasi. Tak cuma aneka makanan dan minuman, Bali United Cafe juga dilengkapi dengan pojok khusus yang memajang aneka merchandise resmi klub, yang tentunya juga menjadi incaran utama para suporter setia Bali United. Sehingga, para pengunjung tak hanya bisa menikmati sajian lezat, tapi juga bisa berbelanja merchandise klub sebagai oleh-oleh ataupun koleksi pribadi.

Lewat inovasi ini, para penonton memiliki opsi tambahan untuk menonton laga klub kesayangan mereka, Bali United. Tak hanya dapat memenuhi tribune, para penonton pun bisa menyaksikan laga dari area cafe yang tentunya tak hanya menawarkan kenyamanan, tapi juga keasyikan dan sensasi tersendiri.
