Kumparan Logo

Barcelona Mulai Pangkas Jarak Finansial dengan Real Madrid

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Selebrasi pemain Barcelona saat melawan Athletic Bilbao dalam semifinal Piala Super Spanyol 2026 di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, pada Kamis (8/1) dini hari WIB.
zoom-in-whitePerbesar
Selebrasi pemain Barcelona saat melawan Athletic Bilbao dalam semifinal Piala Super Spanyol 2026 di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, pada Kamis (8/1) dini hari WIB.

Raksasa Catalan Barcelona terus memangkas selisih batas pengeluaran gaji dengan Real Madrid demi memulihkan stabilitas finansial mereka musim ini. Langkah pemulihan ekonomi ini ditopang oleh proyek renovasi Spotify Camp Nou yang mulai mendatangkan keuntungan besar, meskipun ancaman penurunan pendapatan masih membayangi di masa depan.

Klub berjuluk Blaugrana tersebut kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah sempat terpuruk dalam jurang utang yang mendalam. Kendati demikian, sang rival abadi masih memimpin jauh di puncak takhta finansial sepak bola Spanyol dengan kekuatan modal yang jauh lebih sehat dan stabil.

Perang Batas Gaji dan Dominasi Los Blancos

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, Real Madrid memegang kendali penuh dalam financial Clasico dengan kapasitas belanja skuad mencapai 832 juta euro. Angka fantastis tersebut mencakup alokasi untuk gaji pemain baru serta investasi transfer. Di sisi lain, Barcelona secara perlahan merangkak naik dengan kapasitas pengeluaran yang kini berada di angka 582 juta euro.

Meskipun tertinggal selisih 250 juta euro, kubu Catalan sukses memangkas jarak tersebut sebesar 78 juta euro dibanding periode sebelumnya. Geliat transfer musim panas lalu menjadi bukti nyata, di mana Barcelona membelanjakan 184 juta euro untuk memperkuat skuad. Angka belanja ini merupakan yang tertinggi bagi klub sejak tahun 2019, menandakan kembalinya daya beli mereka di pasar transfer Eropa.

Jejak Sejarah dari Kemakmuran hingga Kehancuran

Jika menengok ke belakang, peta kekuatan finansial kedua klub Spanyol ini sebenarnya sempat berjalan beriringan. Pada musim 2014-2015, Real Madrid memimpin tipis dengan batas pengeluaran 347 juta euro berbanding 328 juta euro milik Barcelona. Bahkan, menjelang pandemi korona pada musim 2019-2020, Barcelona sempat mengungguli Madrid dengan limit gaji menyentuh 656 juta euro.

Petaka datang ketika krisis global menghantam sektor pendapatan klub. Real Madrid yang menerapkan manajemen keuangan konservatif berhasil selamat karena tidak pernah menghabiskan batas maksimal pengeluaran mereka. Sebaliknya, Barcelona kolaps karena struktur gaji pemain yang terlalu gemuk, hingga mencatatkan rekor tragis batas gaji minus 144 juta euro pada musim 2021-2022 yang melarang mereka mendaftarkan pemain baru.

Manajemen Barcelona kemudian terpaksa mengaktifkan berbagai tuas ekonomi (economic levers) demi menyelamatkan klub dari kebangkrutan. Namun, strategi darurat tersebut sempat menemui jalan buntu dan memaksa klub menerapkan kebijakan penghematan super ketat yang memangkas anggaran di seluruh sektor olahraga mereka.

Proyek Camp Nou dan Tantangan Masa Depan

Kini, napas segar Barcelona sangat bergantung pada proyek renovasi stadion kebanggaan mereka. Kerja sama strategis bersama sponsor utama seperti Nike dan Spotify, ditambah penjualan tiket area mewah (luxury boxes), diproyeksikan mampu menyumbang pendapatan hingga 700 juta euro. Barcelona bahkan sangat optimistis pendapatan total klub akan menembus angka 1,45 miliar euro pada musim 2030-2031 mendatang.

Akan tetapi, jalan menuju pemulihan total dipastikan tidak akan berjalan mulus tanpa hambatan. Pada musim 2027-2028, Barcelona terpaksa harus kembali mengungsi sementara ke Stadion Montjuic karena tahap akhir renovasi. Kepindahan sementara ini diprediksi akan kembali memangkas pemasukan tiket harian dan berpotensi menurunkan kembali batas pengeluaran gaji mereka di tengah upaya mengejar dominasi finansial Real Madrid.