Kumparan Logo

Barcelona Terancam Tak Bisa Main di Liga Champions Jika Terbukti Korupsi

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pemain FC Barcelona merayakan setelah Guido Rodriguez dari Real Betis mencetak gol bunuh diri dan gol keempat FC Barcelona saat pertandingan Liga Spanyol 2022/23 di Stadion Camp Nou. Foto: Albert Gea/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Para pemain FC Barcelona merayakan setelah Guido Rodriguez dari Real Betis mencetak gol bunuh diri dan gol keempat FC Barcelona saat pertandingan Liga Spanyol 2022/23 di Stadion Camp Nou. Foto: Albert Gea/Reuters

Barcelona dilaporkan terancam kena sanksi UEFA. Blaugrana terancam tak bisa main di Liga Champions musim depan atau musim 2023/24.

Menurut laporan media Spanyol, Marca, Kamis (1/6) malam WIB, inspektur UEFA telah menemukan indikasi korupsi bahwa Barcelona coba memengaruhi laga sepak bola dengan membayar eks Wakil Presiden Komite Wasit Jose Maria Enriquez Negreira antara 2001 dan 2018. Keputusan akan diketahui sekitar 10 hari ke depan.

Football Espana menerangkan, pembayarannya sekitar 7 juta euro (sekitar Rp 112 miliar), tetapi Barcelona mengeklaim bahwa itu untuk scouting report, bukan untuk memengaruhi laga. Departemen Anti-Korupsi di Spanyol sedang menyelidiki masalah ini, tetapi UEFA juga melakukan penyelidikan sendiri.

Mengutip ABC, dua inspektur UEFA yakni Mirjam Koller dan Jean-Samuel Leuba telah melihat tanda-tanda Barcelona telah melakukan transfer tersebut. Mereka akan memberikan bukti kepada Komite Etik UEFA, yang kemudian akan memutuskan apakah Barcelona pantas dilarang main di Liga Champions musim depan atau tidak.

Pemain Viktoria Plzen Pavel Bucha duel dengan Gavi FC Barcelona di pertandingan Liga Champions di Doosan Arena, Pilsen, Republik Ceko. Foto: David W Cerny/Reuters

UEFA mempelajari berkas untuk situasi yang dianggap anomali dan melanggar prinsip-prinsip kompetisi. UEFA akan memeriksanya berdasarkan kasus per kasus, keputusan akan diketahui pada 12 Juni mendatang.

Jika memang terbukti bersalah, Barcelona akan kena sanksi. Namun, hukumannya tidak akan ditujukan ke kompetisi domestik Spanyol, tetapi imbasnya akan ke larangan main di Liga Champions. Villarreal yang telah memastikan finis kelima di Liga Spanyol musim ini akan menggantikan mereka.

Kasus ini merebak sejak Maret lalu. Waktu itu, Barcelona menghadapi tuduhan korupsi dengan membayar ke Komite Wasit sebesar 8,4 juta euro (setara Rp 138,6 miliar) pada periode 2001-2018. Namun sebagaimana dijelaskan di atas, pembayaran yang dituding dilakukan Barcelona kini sebesar 7 juta euro (sekitar Rp 112 miliar).