Kumparan Logo

Bayern Memang Rajanya Piala Super Jerman

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayern juara Piala Super Jerman. (Foto: Reuters/Wolfgang Rattay)
zoom-in-whitePerbesar
Bayern juara Piala Super Jerman. (Foto: Reuters/Wolfgang Rattay)

Setelah dua kali tertinggal lebih dulu dari Borussia Dortmund, Bayern Muenchen berhasil menyusul dan membalikkan keadaan lewat drama adu penalti pada laga Piala Super Jerman di Signal iduna Park, Minggu (6/8) dini hari WIB. Anak-anak asuh Carlo Ancelotti itu keluar sebagai juara setelah sukses mengalahkan Dortmund 5-4 di adu penalti. Sebelumnya, kedua klub bermain imbang 2-2 pada waktu normal.

Dari laga itu, kumparan (kumparan.com) telah mencatat hal-hal menarik dan di sini, kami menyajikannya untuk Anda.

1) Bayern Rajanya Piala Super

Setelah tampil inferior di babak pertama, Bayern justru berhasil keluar sebagai pemenang di laga tersebut setelah sukses lolos dari tekanan yang dilancarkan tim arahan Dortmund.

Keberhasilan mereka menggondol Piala Super Jerman ini tak hanya membuat Thomas Mueller dan kawan-kawan sukses mempertahankan predikat juara, tapi juga mengukuhkan diri sebagai peraih gelar terbanyak sepanjang sejarah dengan enam trofi. Jumlah tersebut mengungguli Dortmund yang baru menjuarainya sebanyak lima kali dan Werder Bremen yang cuma tiga kali merengkuhnya.

X post embed

2) Ulriech yang Gigih

Tentu saja gaung Sven Ulriech tak sekeras Manuel Neuer yang merupakan kiper nomer satu Bayern. Penjaga gawang yang dibeli dari VfB Stuttgart di musim 2015/2016 itu secara keseluruhan cuma bermain sebanyak enam kali di ajang Bundesliga, di mana lima laga yang dilakoninya itu pun dikarenakan Neuer mengalami cedera jelang akhir musim lalu.

Akan tetapi untuk kali ini, Ulriech layak diberikan penghargaan lebih. Dia menjelma menjadi pahlawan Die Bayern kala sukses menepis tembakan dari Sebastian Rode dan Marc Bartra yang membawa timnya berhasil mempertahankan titel juara Piala Super Eropa.

3) Pulisic Luar Biasa

Usainya baru 18 tahun dan berasal dari Amerika Serikat, negara yang hampir tidak pernah memiliki pesepak bola kelas dunia. Tetapi jangan salah. Justru, dari dua aspek tersebut Christian Pulisic itu berhasil membuktikan kapasitasnya.

Satu gol yang diceploskannya memang gagal membawa Dortmund meraih gelar, namun dia kini berhasil memecahkan dua rekor sekaligus. Pulisic menjadi pemain Amerika Serikat pertama dan pemain termuda termuda sepanjang sejarah yang berhasil mencetak gol di partai final Piala Super. Luar Biasa!

X post embed

4) Signal Iduna Park yang Tak Angker

Biasanya, markas merupakan senjata yang bisa membantu sang tuan rumah untuk mengalahkan tamunya. Tapi Dortmund justru gagal memanfaatkan kesempatan bermain di depan pendukungnya sendiri setelah keok dari Bayern di laga kali ini.

Jika menengok empat laga ke belakang, Die Borussen memang memiliki kenangan pahit saat Bayern menyambangi markasnya. Dortmund hanya mampu menang sekali dan dua kali kalah sementara sisanya bermain imbang. Jadi, jangan berpikir bahwa Signal Iduna Park bakal membuat para penggawa Bayern ketakutan.

5) Trofi ke-19 Ancelotti

Kapasitas Ancelotti sebagai seorang pelatih tak perlu diragukan lagi. AC Milan, Chelsea, dan Paris Saint-Germain telah dibawanya meraih gelar juara di kompetisi liga masing-masing. Tak hanya itu, trofi Liga Champions juga pernah direngkuhnya bersama Milan dan Real Madrid.

X post embed

Dengan kemenangan atas Dortmund kali ini, Ancelotti sukses menyumbangkan titel Piala Super Jerman kepada Bayern, sekaligus melengkapi trofi Bundesliga yang diraihnya musim lalu.