Begini Mekanisme Pembagian Uang Hadiah di Liga Champions 2018/19

Membicarakan Liga Champions tak bisa dilepaskan dari pembicaraan soal uang. Sebab, kompetisi ini memang menjanjikan hadiah uang yang cukup besar bagi para pesertanya.
Sebagai gambaran, Young Boys yang merupakan tim anak bawang di Eropa itu saja, dari keikutsertaan mereka di fase grup Liga Champions musim 2018/19 ini, sudah dipastikan bakal mengantongi 15,25 juta euro hanya dengan berada di sana.
Jumlah yang didapat Young Boys itu jelas masih bisa bertambah. Kemenangan dan hasil imbang bakal memberi mereka uang tambahan. Selain itu, klub asal Swiss itu juga akan mendapat fulus dari market pool televisi serta uang distribusi yang didasarkan pada koefisien UEFA selama sepuluh tahun terakhir. Jikalau mereka mampu menembus fase gugur, tentunya pundi-pundi mereka bakal kian gemuk.
Untuk pertama kalinya, UEFA membagi uang hadiah Liga Champions menjadi empat jenis. Sebelumnya, hanya ada tiga kriteria yang dihitung untuk menentukan berapa uang yang dibagikan untuk para peserta, yakni hadiah keikutsertaan, bonus hasil pertandingan, serta market pool (uang yang dibagikan berdasarkan nilai hak siar di tiap negara). Kini, performa klub selama sepuluh tahun terakhir yang diejawantahkan dalam koefisien UEFA juga masuk hitungan.
UEFA sendiri sudah menyiapkan uang hadiah sebesar 1,95 miliar euro. Angka ini naik 550 juta euro dari hadiah uang musim lalu. Dari sana, 25% bakal dialokasikan ke hadiah keikutsertaan (488 juta euro), 30% ke bonus hasil pertandingan (585 juta euro), 30% ke bonus koefisien, dan 15% akan dibagikan sesuai market pool (292 juta euro). Dengan begini, kejadian di mana Leicester City bisa mendapatkan uang lebih besar dari Real Madrid dipastikan tidak akan terulang.
Pada musim 2016/17, The Foxes yang jadi satu-satunya wakil Inggris di perempat final mendapat uang 49 juta euro hanya dari market pool. Sementara, Real Madrid sebagai wakil Spanyol yang nilai hak siar negaranya lebih kecil, masih harus membagi uang itu dengan empat klub lain. Alhasil, Real hanya mendapat 26 juta euro dari uang market pool kala itu.

Sekarang, situasinya diubah. Semakin berprestasi sebuah klub, semakin besar pula hadiah yang mereka dapat. Real Madrid, misalnya, sebagai klub dengan koefisien tertinggi di antara 32 tim akan mendapat bonus koefisien sebesar 35,5 juta euro. Angka itu didapat karena Real punya 32 porsi atas hadiah uang yang masing-masing porsinya bernilai 1,1 juta euro. Sebaliknya, klub dengan koefisien terbawah hanya akan mendapat 1,1 juta euro itu.
Nah, itu baru uang yang diterima para peserta di awal saja. Jika berhasil meraih kemenangan, satu tim bakal diberi bonus sampai 2,7 juta euro per kemenangan. Untuk hasil imbang, 900 ribu euro bakal dibagi kepada dua tim. Sedangkan, tim yang kalah takkan mendapat apa-apa.
Setelah memasuki fase gugur, tiap-tiap peserta akan mendapat 9,5 juta euro. Semakin tinggi level yang mereka raih, semakin tinggi pula uang yang didapat. Di perempat final, bonus yang didapat adalah 10,5 juta euro. Di semifinal, angkanya naik jadi 12 juta euro. Untuk laga final Liga Champions, pemenang akan mendapat bonus 19 juta euro, sementara runner-up dipastikan meraih 15 juta euro.
