Kumparan Logo

Berat Tinggalkan Persija, Marko Simic Sampai Harus Tenangkan Diri

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesepak bola Persija Jakarta Marco Simic melakukan selebrasi usai mencetak gol. Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
zoom-in-whitePerbesar
Pesepak bola Persija Jakarta Marco Simic melakukan selebrasi usai mencetak gol. Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Marko Simic telah menyatakan putus kontrak sepihak dengan Persija usai gajinya ditunggak oleh manajemen Persija. Namun rupanya, penyerang berusia 34 tahun itu sangat berat membuat keputusan ini, sampai harus menenangkan diri.

Hal ini diterangkan CEO Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), Hardika Aji. Ia mengatakan bahwa Simic cukup sering berkomunikasi dengan APPI.

Namun, sejauh ini, Simic belum meminta bantuan hukum ke APPI. Dan kini, APPI sedang terputus kontak dengan Simic karena ia butuh waktu menenangkan diri usai membuat pernyataan di media sosial.

"Kalau bantuan hukum, sih, belum, baru komunikasi informal. Mungkin, nanti akan ada komunikasi lanjutan. Untuk sekarang, komunikasi terputus karena dia pengin 'takes your time', mengambil waktunya sendiri, karena ini benar-benar keputusan sulit buat dia," kata Hardika saat dihubungi kumparan pada Rabu (27/4).

Pemain Persija Jakarta Marko Simic berselebrasi usai mencetak gol ke gawang PSIS Semarang, pada Liga 1 2021/22, Kamis (6/1). Foto: Instagram/@persija

Pada Selasa (26/4), Marko Simic menyatakan berkonflik dengan manajemen Persija. Penyebabnya adalah gajinya yang tak ditepati untuk dibayarkan dan akhirnya ia memilih untuk memutus kontrak.

"Setelah berbulan-bulan janji tidak ditepati dan dibangkucadangkan hanya karena menagih hak, saya pikir saya perlu melangkah. Saya perlu melakukan yang terbaik untuk diri saya dan yang berhak saya dapatkan,'' kata Simic di Instagram, Selasa (26/4).

Bukan hal mudah bagi Simic untuk menyudahi kerja sama dengan Persija. Sudah terlalu banyak kenangan yang diukir penyerang Kroasia itu bersama tim kebanggaan Ibu Kota Jakarta.

Simic sukses membawa Persija juara Liga 1 2018, Piala Presiden 2018, Boost Sports Super Fix Cup di Malaysia 2018, dan Piala Menpora 2021. Ia bahkan pernah mengatakan ingin pensiun di Persija.

Setelah menyumbang Rp100 juta, Marko Simic juga melelang medali juara Liga 1 untuk memerangi virus corona. Foto: dok. Persija

Sementara, Persija membantah menunggak gaji Simic. Mereka tetap membayarkan gaji Simic berdasarkan SK dari PSSI terkait penyesuaian karena pandemi COVID-19.

"Adapun, penyesuaian gaji yang diberlakukan mengacu pada keputusan dari PSSI terkait pemberhentian kompetisi karena adanya pandemi Covid-19. Dasarnya adalah Surat Keputusan (SK) PSSI bernomor SKEP/69/XI/2020," ujar Presiden Persija, M. Prapanca, dalam keterangan resminya.

"Dalam situasi itu, semua pemain termasuk Marko Simic sepakat akan kebijakan tersebut yang dituangkan dalam adendum pertama sehingga semua berjalan sebagaimana mestinya. Namun, pada perjalanannya, Marko Simic memiliki pemahaman yang berbeda untuk adendum selanjutnya," lanjutnya.