Berencana Ledakan Camp Nou saat El Clasico, Pria Ini Dipenjara 3 Tahun
·waktu baca 2 menit

Seorang pria bernama Mohammed Yassi Amrani yang berencana akan membuat ledakan di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada saat laga El Clasico di 2020, secara resmi dijatuhi hukuman penjara selama 3 tahun oleh Pengadilan Spanyol.
Diwartakan Daily Mail, Amrani disebut telah menerima perintah dari ISIS untuk membuat ledakan menggunakan pesawat tak berawak di laga tersebut. Akan tetapi, sebelum melaksanakan aksinya Amrani sudah terciduk terlebih dahulu oleh aparat keamanan setempat.
"Amrani diinstruksikan oleh seorang perekrut ISIS untuk menerbangkan pesawat tak berawak yang penuh dengan bahan peledak di atas Stadion Camp Nou, Barcelona, yang dapat menampung 99.354 penggemar, selama pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid dan kemudian meledakkannya," bunyi warta tersebut.
Amrani adalah seorang mantan karyawan bar yang kemudian bergabung dengan ISIS pada 2020 silam. Ia dilaporkan tengah menjalani proses perekrutan secara daring melalui salah satu platform media sosial.
Pria yang berafiliasi dengan ISIS itu ditangkap pada Mei 2020 di kediamannya, Barcelona. Saat penangkapan tersebut, Spanyol tengah dilanda penyebaran Covid-19 yang begitu tinggi.
Berdasarkan penyidikan di tempat tinggalnya, telah ditemukan beberapa barang bukti terkait keterlibatan pria tersebut dengan ISIS. Pihak kepolisian juga menyebut Stadion Camp Nou merupakan salah satu tempat yang rawan terhadap ancaman teror.
Apalagi mengingat pada 2017 pernah terjadi serangan teror di Barcelona yang mengakibatkan 16 korban jiwa. Selain Camp Nou, tempat-tempat seperti Gereja Sagrada Familia di Barcelona juga masuk dalam daftar lokasi incaran teror.
