Berita Populer: Konvoi Juara Persib; Axelsen Fokus Keluarga & Bisnis
·waktu baca 4 menit

Persib juara Liga menjadi salah satu berita populer kumparanBOLA. Kemudian, Borneo FC menjadi runner-up serta Viktor Axelsen pensiun juga menarik perhatian banyak pembaca. Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanBOLA, Minggu (24/5).
Nadeo Argawinata: Borneo FC Sangat Pantas untuk Jadi Juara
Kapten tim Borneo FC, Nadeo Argawinata, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian klub yang finis sebagai runner-up Super League 2025-2026. Meskipun gagal meraih gelar juara karena kalah head to head dari Persib, Nadeo menegaskan bahwa performa timnya sepanjang musim sangat superior dan layak bersaing hingga akhir. Pesut Etam menutup musim dengan kemenangan telak 7-1 atas Malut United, sekaligus menyabet tiga penghargaan individu: Fair Play Award, Kiper Terbaik (Nadeo), dan Pemain Terbaik (Mariano Peralta).
Secara statistik dan rekor kemenangan, Borneo FC menunjukkan dominasi yang kuat di Liga Indonesia musim ini. Nadeo mengakui bahwa regulasi kompetisi harus dihormati, namun tetap optimis untuk meraih gelar juara di musim mendatang, membawa semangat pantang menyerah bagi skuad Pesut Etam.
Foto: Persib Hattrick Juara, Euforia Konvoi Birukan Kota Bandung
Euforia luar biasa menyelimuti Kota Bandung saat ribuan warga dan suporter memadati ruas jalan untuk merayakan konvoi juara Persib. Keberhasilan Maung Bandung meraih gelar BRI Super League 2025-2026 menjadi lebih istimewa karena ini adalah hattrick juara, mencetak sejarah baru di kancah sepak bola nasional. Antusiasme terlihat jelas dengan sambutan meriah sepanjang jalur parade.
Konvoi ini menjadi manifestasi kegembiraan kolektif, di mana para pemain, tim pelatih, dan ofisial Persib berbagi momen bersejarah ini bersama Bobotoh. Perayaan ini tidak hanya menandai kemenangan di lapangan, tetapi juga mengukuhkan ikatan kuat antara klub dan para pendukung setianya yang selalu hadir memberikan dukungan penuh.
Suporter Bentangkan Spanduk Raksasa, Dukung Borneo FC di Laga Terakhir
Dalam laga penutup musim Super League 2025/2026, spanduk raksasa bertuliskan “BORNEO MENJAGA MARWAH KALTIM” membentang di Stadion Segiri, menarik perhatian ribuan suporter Borneo FC. Kalimat tersebut tidak hanya menyiratkan dukungan, tetapi juga menjadi sindiran satir yang viral dan dimaknai ulang oleh suporter sebagai kebanggaan daerah melalui perjuangan tim di kancah nasional hingga Asia.
Meskipun Borneo FC finis sebagai runner-up, dukungan 10 ribu penonton tidak surut; gemuruh chant dan kibaran syal oranye terus menggema, menunjukkan bahwa "marwah Kaltim" bagi mereka adalah prestasi di sepak bola, termasuk partisipasi di kompetisi AFC. Atmosfer stadion menjadi pesta emosional, menegaskan bahwa kebanggaan daerah tak hanya soal gelar juara, melainkan perjalanan dan representasi di level tertinggi.
Bobotoh di Cianjur Turun ke Jalan Usai Persib Pastikan Gelar Juara
Euforia kemenangan Persib Bandung meraih hattrick juara Super League 2025-2026 turut dirayakan meriah oleh Bobotoh di Cianjur, Jawa Barat. Ribuan suporter tumpah ruah ke jalanan, menyalakan petasan dan flare, serta menggeber mesin motor sebagai bentuk ekspresi kebahagiaan atas sejarah yang diukir Maung Bandung. Seorang Bobotoh, Ikbal (32), menyebut momen ini sebagai "kemenangan warga Jawa Barat".
Menanggapi lonjakan antusiasme ini, Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, menerjunkan 700 personel gabungan untuk pengamanan. Fokus utama pengamanan adalah pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar di tengah konvoi perayaan, menunjukkan koordinasi teknis untuk menjaga ketertiban.
Viktor Axelsen Fokus untuk Keluarga & Bisnis Usai Pensiun, Belum Ingin Melatih
Legenda bulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen, mengungkapkan rutinitas barunya setelah memutuskan pensiun pada April lalu di usia 32 tahun, akibat cedera punggung yang berulang. Kini, ia mendedikasikan waktu sepenuhnya untuk keluarga, terutama kedua putrinya, serta mengelola bisnis yang tengah dirintis, sebuah fase baru dalam kehidupannya yang terstruktur.
Meskipun masih melakukan latihan fisik untuk menjaga kebugaran, Axelsen menegaskan bahwa menjadi pelatih belum masuk dalam rencananya saat ini. Ia berencana untuk tetap terlibat dalam olahraga bulu tangkis, namun dalam peran yang belum ditentukan, sembari menjalin kolaborasi dengan pihak pendukung kariernya seperti Monitor ERP.
