Kumparan Logo
CVR, Premier League
Bola resmi Premier League 2019/20.

Bermain di China Jadi Salah Satu Opsi Premier League untuk Selesaikan Musim

kumparanBOLAverified-green

comment
78
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Trofi Premier League. Foto: Ben STANSALL / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Trofi Premier League. Foto: Ben STANSALL / POOL / AFP

Premier League dan klub-klub peserta masih berupaya keras untuk menyelesaikan musim 2019/20 di tengah pandemi virus corona. Salah satu opsi yang diapungkan untuk menyelesaikan 2019/20 adalah memainkan pertandingan di luar Britania Raya. China menjadi salah satu negara yang dipertimbangkan.

Berdasarkan laporan The Athletic, opsi tersebut dikemukakan oleh salah satu klub peserta Premier League. Negara yang akan dipilih adalah negara yang dinyatakan cukup aman dan secara infrastruktur mampu untuk menggelar pertandingan sekaliber Premier League.

Dari situ, nama China muncul. Bisa dimengerti, mengingat China—meskipun virus corona berasal dari sana—kini sudah mulai pulih dari pandemi virus corona. Secara infrastruktur, China tentu mampu untuk menggelar laga Premier League.

Nah, klub yang melontarkan opsi tersebut menyatakan bahwa menyelesaikan Premier League 2019/20 di luar negeri akan mengurangi beban Tenaga Medis Inggris (NHS). Selain itu, NHS bisa menggunakan fasilitas klub seperti stadion untuk menangani virus corona.

Bola resmi Premier League 2019/20. Foto: Reuters/Lee Smith

Terlihat masuk akal? Eits, sebentar. Pasalnya, opsi ini sama sekali tak populer, bahkan dianggap gila.

“Salah satu negara yang terus diajukan adalah China. Itu jelas tak masuk akal. Itu adalah ide yang gila dan pasti akan ditolak. Apabila kami akan meneruskan Premier League lalu memainkan itu di belahan dunia lainnya, kami pasti akan (dikritik) habis,” kata salah satu eksekutif klub Premier League kepada The Athletic.

“Ide itu hanya menghabiskan energi saja. Kami memang ingin meneruskan liga dan hidup seperti normal. Namun, hanya Tuhan dan pandemi ini yang bisa memberikan keputusan. Dan, ya, usulan itu (bermain di China) tampaknya tak akan terjadi,” kata eksekutif klub lainnya.

Usut punya usut, The Athletic menyatakan bahwa Premier League dan klub-klub memang cukup putus asa dan mulai kehabisan ide untuk menyelesaikan musim.

kumparan post embed

Premier League dan hampir semua klub masih ingin menyelesaikan musim karena mereka bisa kehilangan pemasukan dari hak siar televisi. Kerugiannya memang fantastis, mencapai 762 juta poundsterling.

Di satu sisi, waktu yang dimiliki tak banyak. Buktinya, Harry Kane—salah satu pemain Timnas Inggris—menyatakan bahwa akan sulit bagi para pemain untuk menyelesaikan musim jika kompetisi tak mulai pada Juni mendatang. Sementara, pandemi virus corona di Britania Raya sampai saat ini belum mereda.

Premier League dan klub-klub akan berdiskusi pada Jumat, (3/4/2020) siang waktu setempat (malam WIB). Dari diskusi itu, nasib Premier League 2019/20 mungkin akan ditentukan.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!

-----

Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi uang tunai Rp50.000.000. Buruan daftar di sini.

collection embed figure