kumparan
31 Januari 2020 18:23

Bersama Marc Klok, Lini Tengah Persija Bakal Paripurna

Marc Klok, PSM Makassar
Marc Klok dipastikan hengkang dari PSM Makassar. Foto: dok. Liga Indonesia
Sudah pasti tak ada nama Marc Klok di skuat PSM Makassar untuk musim 2020 mendatang. Pihak manajemen 'Juku Eja' bahkan telah mengumumkannya secara resmi. Lantas, klub mana yang bakal jadi labuhan Klok berikutnya?
ADVERTISEMENT
Melihat rumor akhir-akhir ini, sih, klub itu adalah Persija Jakarta. Indikasinya amat jelas. Salah satunya Sergio Farias selaku pelatih Persija yang terang-terangan tertarik dengan Klok. Di samping itu, Persija memang satu-satunya tim yang kini dikaitkan dengan Klok.
Kalau sudah begini, kita anggap saja Klok benar-benar segera bergabung dengan Persija. Nah, yang lantas jadi pertanyaan berikutnya, akan sekrusial apa peran sosok asal Belanda tersebut untuk skuat asuhan Farias kelak?
PSM Makassar melawan Becamex Binh Duong, Semi Final
Pemain PSM Makassar Marc Klok (kiri) berusaha melewati pemain Becamex Binh Duong pada pertandingan leg kedua semi final piala AFC zona ASEAN di Stadion Pakansari, Bogor. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Farias sendiri adalah pelatih yang gemar menggunakan skema dasar 4-2-3-1. Ini skema yang juga biasa digunakan Stefano 'Teco' Cugurra di Persija sebelumnya. Namun, ada perbedaan mendasar terkait cara keduanya menerapkan skema tersebut.
Teco cenderung memanfaatkan para pemain dengan work rate tinggi untuk mengisi lini tengah, terutama yang berperan sebagai double pivot. Di musim terakhirnya, peran itu diemban oleh Sandi Sute dan Rohit Chand.
ADVERTISEMENT
Teco memilih hal demikian karena dia mengedepankan pertahanan dan pressing ketat. Oleh karena itu, pemain bertipe petarung macam Sandi dan Rohit lebih dia butuhkan ketimbang, misal, gelandang yang keunggulan utamanya menjaga tempo.
Simak saja deretan gelandang bertahan yang kala itu dimiliki Persija. Selain kedua pemain tadi, ada pula Asri Akbar. Kamu jelas tahu bahwa pemain gaek ini punya gaya bermain yang mirip dengan Sute dan Rohit.
Saat melatih Bali United pada 2019, Teco bahkan menyulap Fadil Sausu menjadi pemain yang gemar melakukan tekel. See? Dari sini bisa dilihat bagaimana kecenderungan sosok asal Brasil tersebut.
Pelatih Persija Jakarta, Stefano 'Teco' Cugurra
Pelatih Persija Jakarta, Stefano 'Teco' Cugurra. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Nah, hal demikian berbeda dengan Farias. Dalam skema yang dia turunkan, selalu ada satu dari dua pivot yang tugas utamanya mengalirkan bola, mengontrol lapangan, dan tak segan berdiri di antara dua bek tengah saat tengah menguasai bola.
ADVERTISEMENT
Kecenderungan itu berkaitan dengan fleksibilitas skema 4-2-3-1 Farias sendiri. Suatu kali, skema tersebut bisa berubah menjadi 4-3-3, dan seringnya bertransformasi menjadi 4-1-4-1.
Yup, ini serupa dengan yang coba ditunjukkan Edson Tavares saat membesut Persija musim lalu. Lantaran tak ada gelandang dengan tipe demikian, Tavares terpaksa menempatkan Ryuji Utomo. Barangkali inilah yang bikin capaiannya tak maksimal.
Bersama Klok, kondisi tak ideal yang dialami Tavares itu tak akan terjadi pada Farias. Klok adalah sebenar-benarnya gelandang yang dia butuhkan: piawai bertahan dan punya kualitas operan nomor yang bisa membantu tim merancang serangan dari belakang.
Kemampuan demikian bakal membuat lini tengah Persija asuhan Farias tampak komplit. Bisa jadi Rohit Chand yang punya daya jelajah tinggi bakal menjadi tandemnya sebagai pivot. Adapun, satu posisi gelandang serang tampaknya akan ditempati Evan Dimas.
Sergio Farias, Persija Jakarta
Sergio Farias memimpin latihan Persija Jakarta. Foto: dok. Persija
Satu-satunya hal yang mesti ditakuti Persija terkait Klok adalah perkara cedera. Musim lalu, Klok cukup sering mengalaminya. Itulah kenapa cuma 26 kali dia tampil di Liga 1 2019. Bahkan, perkara serupa juga tengah menimpanya saat ini.
ADVERTISEMENT
Kalau demikian, yang perlu dilakukan adalah menyiapkan pelapis sepadan. Untungnya, ini sudah mereka miliki. Sute yang meski punya gaya main beda, bisa jadi andalan. Ada pula Ryuji atau Marco Motta yang juga bisa dimainkan sebagai gelandang.
Apapun itu, tetap saja, kita mesti menunggu sampai Persija resmi mengumumkan bahwa mereka mendatangkan Klok.