Bertahan di Dortmund atau Mudik ke Madrid: Ke Mana Achraf Hakimi Pergi?

Musim 2019/20 ini jadi musimnya Achraf Hakimi. Eksistensinya sebagai full-back modern bersama Borussia Dortmund makin menjadi.
Hakimi punya kompetensi menyerang dan bertahan sama baiknya. Plus, dia juga versatile alias bisa bermain di lebih dari satu posisi. Ya, satu aspek yang tak dimiliki oleh full-back potensial Eropa lainnnya, Trent Alexander-Arnold.
Bakat Hakimi lantas memikat klub-klub raksasa Eropa lainnya. Bayern Muenchen, Paris Saint-Germain (PSG), Juventus, hingga Chelsea jadi para pemburunya.
Makin rumit karena Hakimi sebenarnya masih berada di bawah kepemilikan Real Madrid. Mereka meminjamkannya ke Dortmund dengan durasi dua musim dan bakal jatuh tempo di pengujung musim ini.
Pertanyaannya, ke mana Hakimi pergi? Pulang ke Real Madrid, bertahan di Borussia Dortmund, atau justru hijrah ke klub lain?
Pulang ke Real Madrid (Persentase 75%)
Opsi ini menjadi yang paling mungkin. Pertama, karena secara de jure Real Madrid adalah pemilik Achraf Hakimi. Tentu saja, keputusan tetap ada di tangan mereka.
Alasan kedua, ya, karena memang itulah tujuan Madrid meminjamkan Hakimi ke Dortmund. Merentalkan pemain muda lantas memulangkannya setelah 'jadi'.
Bukan pertama kalinya Madrid menghadapi situasi demikian. Casemiro, Federico Valverde, serta Daniel Carvajal adalah pemain yang sukses dari metode 'simpan-pinjam ini.
Menariknya, Carvajal sebelumnya juga menempa ilmu di Bundesliga sebelum jadi full-back kanan utama Madrid. Tepatnya bersama Bayer Leverkusen di periode 2012/13.
Sementara di periode ini saja, Madrid telah meminjamkan lebih dari selusin pemainnya ke klub lain. Termasuk, Martin Odegaard, Dani Ceballos, Sergio Reguilon, dan Alvaro Odriozola.
Hampir pasti mereka-mereka ini punya cita-cita besar untuk menjadi bagian dari skuat utama Madrid. Termasuk Hakimi juga. Namun, konsekuensinya jelas, Hakimi bakal bertarung dengan Carvajal untuk memperebutkan spot full-back kanan.
Ini tak mudah, mengingat dia telah mengisi sektor tersebut secara reguler dalam tujuh musim ke belakang. Terlebih, usia Carvajal masih 28 tahun --relatif punya durasi lama untuk bertahan di Santiago Bernabeu.
Bertahan di Dortmund (Persentase 20%)
Barang tentu Borussia Dortmund enggan melepas Hakimi. Mereka punya andil besar dalam mengorbitkan Hakimi sampai sebagus sekarang. Itulah mengapa Die Borussen optimistis bakal bisa mempermanenkan kontrak pemain andalannya itu, sebagaimana dilansir Bild.
Alasan paling mendasar, ya, karena kebutuhan Dortmund akan sosok Hakimi itu sendiri. Kemampuannya bermain di berbagai posisi memudahkan Favre dalam mengotak-atik skema sesuai kebutuhan tim.
Singkatnya, sih, Hakimi menjadi komponen penting untuk mempertajam sisi tepi yang merupakan andalan Dortmund. Tak hanya mengakomodir Jadon Sancho dan kawan-kawan dalam proses serangan, Hakimi juga menjadi benteng Dortmund di tepi pertahanan.
Sebagai gambaran, Favre telah menurunkan Hakimi di enam posisi berbeda pada musim ini. Mulai dari full-back, wing-back, hingga di pos sayap. Hasilnya impresif. Hakimi sukses mengemas 7 gol dan 10 assist buat Dortmund di Bundesliga dan Liga Champions sejauh ini.
Bertahan di Dortmund jadi pilihan bagus buat Hakimi. Klub yang bermarkas di Signal Iduna Park itu terbukti mampu mengakomodir bakat ofensifnya. Terlebih, menit bermain Hakimi bakal tetap terjaga mengingat dia rutin jadi pilihan utama Favre.
Sementara soal kredibilitas klub, Dortmund tak bisa dibilang buruk, kok. Mereka aktif di Liga Champions dan masih jadi penantang utama Bayern di Bundesliga.
Klub lain? (Persentase 5%)
Bayern Muenchen bisa jadi pilihan menarik buat Hakimi, sih. Skema fluid yang diusung Die Roten bakal cocok dengan tipikal permainannya.
Betul bahwa Bayern punya full-back agresif macam David Alaba dan Alphonso Davies di tepi kiri. Namun, stok mereka di sisi kanan begitu cekak.
Dengan perubahan posisi Joshua Kimmich ke gelandang bertahan, artinya Bayern hanya punya Benjamin Pavard dan Odriozola. Nama yang disebut belakangan bukan merupakan proyek jangka panjang karena cuma berstatus pemain pinjaman.
PSG? Hmmm... Sepertinya tak ada yang tak mungkin buat mereka kalau berurusan dengan duit. So, mungkin saja Hakimi melancong ke Paris pada bursa transfer musim panas nanti.
Selain berpotensi mengisi pos full-back reguler, Hakimi nantinya bisa bekerja sama dengan Thomas Tuchel yang mengusung ball possession dan fluiditas permainan.
Sementara Juventus jadi pilihan lebih tepat ketimbang Chelsea. Persaingan spot di full-back jadi dasarnya. Bila bergabung ke Bianconeri, Hakimi hanya akan beradu dengan Juan Cuadrado serta Danilo.
Lain cerita dengan Chelsea. Tak hanya berkompetisi dengan kapten tim, Cesar Azpilicueta, Achraf Hakimi nantinya mesti bersaing dengan pemuda energik lainnya, Reece James.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
