Biaya Operasi Andritany Tak Ditanggung PSSI

Kabar baik menghampiri Persija Jakarta. Penjaga gawang mereka, Andritany Ardhiyasa, telah sukses menjalani operasi cedera penyangga tulang mata.
Saat ini, sosok 26 tahun tengah menjalani perawatan untuk memulihkan kondisi cedera di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre, Jakarta. Diprediksi dokter tim Persija, Andritany akan menepi dari lapangan hijau selama tiga bulan.
Pertanyaan seketika menyeruak. Saat mendapatkan cedera, siapa pihak yang bertanggung jawab terkait biaya pengobatan Andritany?
Mengingat saat terjadinya cedera, penjaga gawang andalan Persija ini tengah membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Apalagi, beredar desas-desus bahwa pihak Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) lepas tangan.
kumparan (kumparan.com) lantas mengonfirmasi terkait permasalahan itu kepada Direktur Utama Persija, Gede Widiade. Dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (7/5/2018), Gede mengatakan bahwa seluruh biaya, baik operasi ataupun perawatan, ditanggung sepenuhnya oleh manajemen Persija.
"Saya nggak berpikiran ke mana-mana saat mengetahui Andri cedera. Karena pertama kali yang ada dipikiran saya bagaimana menyelamatkan anak-anak saya dulu," kata Gede.
"Karena Andri adalah pemain Persija, ya makanya saya selamatkan dengan biaya sendiri," lanjutnya.
Gede menyatakan hingga saat ini PSSI belum berkomunikasi perihal biaya terkait operasi dan perawatan Andritany tersebut.
"Sejauh ini, nggak ada (komunikasi) sama sekali," tegasnya.

Sementara, terkait detail pembiayaan, lanjut Gede, pihaknya juga mengaku belum bisa membeberkan angka pastinya. Pasalnya, ia baru akan mendapatkan rinciannya dalam beberapa hari ke depan.
"Nanti, Rabu (9/5), akan kami sampaikan terkait hal itu," ucapnya.
Andritany menderita cedera saat membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia di laga terakhir PSSI Anniversary Cup pada 3 Mei lalu. Ketika itu, saat menghadapi Uzbekistan, penjaga gawang 26 tahun itu harus ditandu keluar lapangan usai bertabrakan dengan Azibek Amonov.
Tim medis Timnas Indonesia yang ditemani dokter Syarief Alwi langsung melarikan Anditany menggunakan ambulans ke Rumah Sakit EMC, Sentul, Bogor. Dari diagnosa hasil computed tomography scan, Andritany mengalami retak tulang penyangga mata.
Andritany kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre untuk kembali mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui dokter Persija, Donny Kurniawan.
