Bobroknya Harry Maguire: Gagal Jebak Offside, Minta Gol Dianulir
·waktu baca 2 menit

Tak bisa dipungkiri bahwa Manchester United (MU) memiliki barisan pertahanan yang buruk. Hal tersebut dapat dilihat saat melawan Atalanta, Rabu (3/11) dini hari WIB, terlebih performa sang kapten, Harry Maguire.
'Setan Merah' mampu mencuri satu poin saat bertamu ke markas Atalanta di matchday keempat Liga Champions. Duel tersebut berakhir dengan skor 2-2.
Terlepas dari Cristiano Ronaldo yang mencetak dua gol di menit akhir (45+1', 90+1') dan menyelamatkan The Red Devils dari kekalahan, Ole Gunnar Solskjaer harus memberi perhatian lebih ke lini belakang.
Khususnya pada gol kedua Atalanta yang dicetak oleh Duvan Zapata di menit 56'. Ia dengan mudahnya lolos dari barisan pertahanan usai menerima umpan lambung Jose Luis Palomino.
Maguire sempat mengejar Zapata dan melancarkan tekel, namun penyerang Atalanta itu tetap mampu menjebol gawang David de Gea. Sang kapten lalu mengangkat tangannya, meminta gol dianulir.
Gol tersebut sempat dianulir karena berindikasi offside. Akan tetapi, gol Zapata segera disahkan usai wasit meninjau VAR. Yang kemudian menjadi perhatian dari gol ini adalah aksi Maguire.
Dalam tayangan ulang, posisi pemain Timnas Inggris itu yang membuat Zapata onside. Dari tiga bek yang berada di belakang, bersama Eric Bailly dan Luke Shaw, Maguire satu-satunya pemain yang sejajar dengan Zapata.
Lantas, aksi angkat tangan Maguire menjadi buah bibir di media sosial. Statusnya sebagai bek termahal di Liga Inggris pun menjadi pertanyaan.
Selain Maguire, David de Gea juga menunjukkan ringkihnya lini belakang Manchester United. Blundernya memungkinkan Josip Ilicic membuka keunggulan Atalanta di menit 12.
De Gea sejatinya mampu menebak arah sepakan Ilicic. Akan tetapi, tangkapannya tak sempurna, bola justru lolos di antara lengannya dan masuk ke gawang.
Manchester United bisa dibilang cukup beruntung selamat dari kekalahan ini. Mereka masih bercokol di puncak klasemen Grup F dengan koleksi 7 poin.
Hasil tersebut memang begitu berarti. Kendati demikian, Solskjaer tentu memiliki banyak catatan di kepalanya untuk memperbaiki pasukannya.
Dengan laga itu, Manchester United hanya mencatat satu cleansheet dalam 14 laga terakhir di Liga Champions. Mereka juga jadi tim Liga Inggris ketiga dengan jumlah kebobolan terbanyak, yakni 23 gol.
