Buffon dan Ronaldo: Bertukar Peluk Setelah Jadi Lawan

Di lapangan, boleh saja Cristiano Ronaldo menjadi lawan yang tak disukai oleh Gianluigi Buffon. Bagaimana tidak, dalam tujuh pertemuan terakhir Real Madrid dengan Juventus di ajang Liga Champions, semuanya berakhir dengan kondisi Ronaldo mencetak gol.
Tak terkecuali pada leg II babak perempat final Liga Champions, Kamis (12/4/2018) dini hari WIB. Bermain di Santiago Bernabeu, Ronaldo ‘membunuh’ harapan Juventus untuk melangkah ke babak semifinal Liga Champions di menit-menit akhir.
Penalti Ronaldo di ujung laga tersebut membuat skor berubah menjadi 1-3. Juventus memang masih unggul, tetapi secara agregat, Madrid unggul 4-3. Alhasil, Los Blancos pun berhak untuk melaju ke semifinal.
Yang jadi masalah adalah pangkal penalti tersebut. Buffon merasa, wasit Michael Oliver mengeluarkan keputusan yang salah. Sementara Oliver bergeming. Malah, wasit asal Inggris itu memberi Buffon kartu merah karena protes berlebihan.
Buffon kesal. Ia sempat menyebut Oliver sebagai ‘binatang’. Namun, tidak ada lagi yang bisa ia lakukan selain kesal dan mencaci. Buffon boleh berang, tetapi hasil pertandingan tidak bisa diubah.
Namun, rivalitas itu hanya bertahan 90 menit di lapangan saja. Buffon dan Ronaldo tahu bahwa satu sama lain hanya bersikap profesional saja sebagai pesepak bola.
Sudah tugas seorang penyerang untuk mencetak gol dan sudah tugas seorang kiper untuk menggagalkannya. Bagi Buffon, ia tak menaruh dendam secara pribadi dan begitu jua dengan Ronaldo.
Bahkan, Buffon pun sempat melancarkan pujian kepada satu sama lain sebelum laga bermula.
Sehingga, usai pertandingan, ketika Buffon sedang bercerita panjang lebar perihal mengapa ia jengkel betul terhadap Oliver di mixed zone-nya Santiago Bernabeu, tiba-tiba saja Ronaldo datang. Lalu, kedua pemain ini bertukar pelukan dengan saling membisikkan kata-kata yang menguatkan satu sama lain.
Setelah itu, Buffon kembali melanjutkan ceritanya dan Ronaldo pun berkumpul dengan rekan-rekannya.
Ya, berkompetisi ketika laga bermula dan saling hormat di luar lapangan. Inilah mengapa sepak bola disebut sebagai 'permainan yang indah'.
