Kumparan Logo

Buffon: Italia Memang Negara yang Aneh

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Buffon di konferensi pers bersama Timnas Italia. (Foto: Reuters/Craig Brough)
zoom-in-whitePerbesar
Buffon di konferensi pers bersama Timnas Italia. (Foto: Reuters/Craig Brough)

Setelah menyatakan pensiun usai Italia dipastikan gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, Gianluigi Buffon kembali ke Tim Nasional (Timnas). Kiper berusia 40 tahun itu memang dipanggil oleh pelatih interim Gli Azzurri, Luigi Di Biagio. Akan tetapi, pemanggilan Buffon ini justru disambut beberapa pihak dengan cibiran.

Buffon adalah pemegang rekor caps terbanyak Timnas Italia. Dengan 175 kali tampil, kiper kelahiran Carrara ini mengungguli legenda-legenda Italia lain seperti Paolo Maldini, Fabio Cannavaro, dan Dino Zoff. Sayangnya, kiprah Buffon itu kemudian ditutup dengan kegagalan membawa Italia lolos.

Hanya selang beberapa bulan sejak memutuskan pensiun, Buffon memutuskan untuk kembali, seiring dengan permintaan dari Di Biagio sendiri. Namun, legenda Italia lain, Claudio Gentile, menilai bahwa kapten Juventus itu tidak seharusnya kembali ke Timnas. Pemenang Piala Dunia 1982 itu menyebut bahwa Buffon sebaiknya memberi tempat bagi para penerusnya.

Mendengar pernyataan Gentile itu, Buffon angkat bicara. Menurut eks penjaga gawang Parma itu, sikap Gentile tersebut aneh karena sesungguhnya, pemanggilannya ini tak perlu dibesar-besarkan.

"Italia memang negara yang aneh. Aku tahu itu," kata Buffon dalam konferensi pers jelang laga melawan Argentina (24/3/2018), seperti dikutip dari Reuters.

"Aku adalah kiper Juventus yang tentunya bukan klub jelek. Bagiku, memunculkan kontroversi setelah aku mengenakan seragam Timnas, dengan tingkat kesuksesan yang bermacam-macam, adalah hal yang aneh," sambungnya.

Buffon sendiri merupakan pemenang Piala Dunia 2006. Setelah Italia disingkirkan Swedia di babak play-off, bersamanya turut mundur pula dua pemenang Piala Dunia 2006 lain, Andrea Barzagli dan Daniele De Rossi. Dengann memutuskan untuk kembali, Buffon menyebut keputusannya ini bukan untuk sok-sokan.

Luigi Di Biagio dan Gianluigi Buffon. (Foto: Reuters/Craig Brough)
zoom-in-whitePerbesar
Luigi Di Biagio dan Gianluigi Buffon. (Foto: Reuters/Craig Brough)

"Kalau cuma untuk sok-sokan, untuk apa? Aku tidak tertarik. Aku di sini karena aku ingin bisa berguna bagi tim dan aku berada di sini dengan penuh antusiasme," katanya.

Bicara soal pensiunnya Buffon, santer dikabarkan bahwa dirinya bakal gantung sarung tangan pada akhir musim. Akan tetapi, pemain bertinggi 191 cm itu mengatakan bahwa dia belum bisa menentukan kapan dan bagaimana dia bakal mengakhiri kariernya.

"Aku tidak tahu apakah laga terakhirku nanti bakal kujalani bersama Juventus atau Italia. Yang jelas, aku akan melakukannya di malam yang damai," kata Buffon.

"Aku menjadi pesepak bola dengan mengendarai Vespa dan aku akan meninggalkan sepak bola tanpa memiliki mobil karena mobil yang kupunya saat ini adalah milik Juventus," tutup pengidola Thomas N'Kono ini.