Bukan 9, Penunggak Gaji di Liga 2 Capai 16 Klub
·waktu baca 2 menit

Masalah penunggakan gaji di Liga 2 ternyata lebih besar dari yang terlihat. Pasalnya, ada 16 klub yang mengalami masalah tersebut, lebih banyak dari rilis Asosiasi Sepakbola Profesional Indonesia (APPI).
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Ferry Paulus. Sebelumnya, dilaporkan ada 9 klub yang belum menunaikan gaji para pemainnya.
"Dalam dua-tiga minggu terakhir ini kami berinteraksi besar sama semua klub [yang menunggak gaji pemain]," ujar Ferry di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, pada Selasa (5/9).
Bahkan sebenarnya bukan hanya 9 klub yang ada sekarang ini, tetapi jauh sebelum dari hari kemarin itu kalau saya enggak salah ada 16 klub yang masih bermasalah," tambahnya.
Dalam laporan APPI, 9 klub belum menunaikan tunggakan sebesar Rp 5,4 miliar. Total, terdapat 138 pemain yang belum mendapatkan hak-haknya.
PSPS Riau jadi klub yang paling besar tunggakannya, yakni Rp 1,5 miliar dengan 26 pemain terdampak. Disusul Persikab Bandung di urutan kedua dengan Rp 1,3 miliar.
Lalu, PSKC Cimahi Rp 873 juta untuk 29 pemain. Kalteng Putra Rp 635,5 juta untuk 19 pemain, Persiraja Rp 388 juta untuk 20 pemain. Gresik United menunggak Rp 387 juta untuk 27 pemain, PSMS Medan berutang Rp 127 juta untuk dua pemain. Ada juga Semen Padang Rp 93 juta untuk seorang pemain.
PT LIB selaku operator Liga 2 tidak mengambil tindakan tegas untuk masalah ini. Ferry mengaku pihaknya enggan melarang klub-klub yang bermasalah untuk bermain di liga.
Liga 2 2023/24 dijadwalkan berlangsung pada 10 September mendatang. Menurut Ferry, inisiatif klub ke pemain sudah cukup bagi PT LIB.
"Kalau melihat jumlahnya, memang ada 2 klub yang , kalau ditotal [besar], istilahnya seperti pemberitaan di media-media harus berhenti dan sebagainya, rasanya kurang arif," kata Ferry.
"Yang penting buat liga sebenarnya bahwa interaksi ini dan niat baiknya itu sudah jalan, yang tadi saya bilang bahwa tunggakan itu 16 atau 17 klub baik yang kecil maupun yang besar, itu bisa dibilang dalam perjalanan, itu semua berangsur baik," pungkasnya.
