Kumparan Logo

Bundesliga Akan Diputar Kembali, Begini Situasi Terakhirnya

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Trofi Bundesliga, kompetisi sepak bola paling elite di Jerman. Foto: AFP/Guenter Schiffmann
zoom-in-whitePerbesar
Trofi Bundesliga, kompetisi sepak bola paling elite di Jerman. Foto: AFP/Guenter Schiffmann

Hanya dalam hitungan hari, Bundesliga Jerman akan digelar kembali. Sabtu (16/5/2020) akhir pekan ini, tepatnya.

Krisis virus corona memang belum sepenuhnya teratasi di Jerman. Menurut data Worldometers, sampai sekarang masih ada 17.715 kasus COVID-19 yang ada di sana. Akan tetapi, secara umum, penanganan krisis di Jerman terbilang sangat bagus.

Buktinya, dari total 172.576 kasus virus corona yang terkonfirmasi, 147.200 di antaranya telah berakhir dengan kesembuhan. Per satu juta penduduk pun 'cuma' ada 91 korban meninggal. Bandingkan dengan Inggris yang korban meninggalnya mencapai 472 orang per satu juta penduduk.

Selain itu, Jerman juga memiliki kapasitas tes yang cukup untuk publik. Setiap pekannya, mereka bisa melakukan hingga 860 ribu tes COVID-19.

Dengan demikian, pemerintah Jerman pun merasa yakin kehidupan bisa kembali dipulihkan. Menggelar kembali pertandingan sepak bola menjadi salah satu parameternya, selain membuka kembali sekolah-sekolah serta pusat aktivitas masyarakat lainnya.

Keputusan untuk menggelar kembali Bundesliga diumumkan Kanselir Angela Merkel pada 6 Mei. Sebelumnya, DFL (Liga Sepak Bola Jerman) selaku operator kompetisi sudah menyusun protokol kesehatan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

embed from external kumparan

Protokol ini sendiri cukup njelimet. Di situ diatur secara mendetail bagaimana segala aktivitas sepak bola dilakukan, mulai dari latihan, konferensi pers, persiapan pertandingan, sampai perilaku di kamar ganti.

Sebagai contoh, setiap pertandingan hanya boleh dihadiri maksimal 322 orang yang dibagi dalam tiga zona berbeda di stadion. Kemudian, para pemain cadangan, wasit keempat, serta pelatih diwajibkan mengenakan masker sepanjang pertandingan.

Yang menarik dari protokol kesehatan DFL ini adalah apa yang dilakukan ketika ada pemain atau staf terinfeksi virus corona. Jika itu terjadi, hanya individu terinfeksi yang diwajibkan menjalani isolasi sembari ditangani dinas kesehatan setempat. Sementara, anggota tim lainnya tetap melanjutkan latihan dan berkompetisi.

Dari situ, pemerintah merasa yakin untuk memberikan lampu hijau kepada DFL untuk menggelar kembali Bundesliga 2019/20. Meski demikian, tetap ada sejumlah pihak yang menentang.

DFL sudah menggelar tes untuk seluruh tim peserta Bundesliga 1 dan 2. Hasilnya, ada tiga personel FC Koeln, dua personel Borussia Moenchengladbach, dan dua personel Dynamo Dresden yang positif terjangkit corona.

Sesuai protokol, kompetisi akan tetap digelar sesuai rencana. Inilah yang memicu protes, salah satunya dari suporter Fortuna Duesseldorf.

Suporter Fortuna yang tergabung dalam kelompok ultras menyatakan bahwa 'musim 2019/20 sudah tidak ada artinya lagi' karena 'melanjutkan kompetisi berarti membahayakan banyak orang dan berpotensi memperparah penyebaran virus'.

Namun, kegelisahan suporter Fortuna itu kemungkinan besar akan terabaikan. Sebab, ada kepentingan ekonomi yang tak kecil di Bundesliga. Diperkirakan, klub-klub di Bundesliga 1 & 2 bisa kehilangan pendapatan sampai 750 juta euro atau sekitar Rp12,8 triliun.

So, begitulah kira-kira latar belakangnya. Sekarang, untuk menjelang kembalinya Bundesliga akhir pekan nanti, mari kita tengok kembali situasi ketika kompetisi dihentikan.

Siapa bertarung di jalur juara?

Persaingan di jalur juara Bundesliga Jerman bisa dibilang sangat ketat. Sampai pekan ke-25, masih ada lima tim yang punya kans merebut titel fussbalmeister, yaitu Bayern Muenchen, Borussia Dortmund, RasenBallsport Leipzig, Borussia Moenchengladbach, dan Bayer Leverkusen.

Tentunya, tak semua tim punya peluang yang sama. Bayern, yang ada di puncak klasemen dengan 55 poin, masih jadi tim dengan kans terbesar. Saat ini mereka unggul empat poin atas Dortmund yang duduk di urutan kedua.

Pemain-pemain Bayern Muenchen merayakan gol Thomas Mueller. Foto: Reuters/Michael Dalder

Nah, Dortmund sendiri cuma unggul satu angka atas Leipzig, dua angka atas Gladbach, dan empat angka atas Leverkusen. Inilah mengapa kami bilang ada lima tim yang masih punya peluang juara. Sebagai catatan, Bundesliga 2019/20 masih menyisakan sembilan laga.

Karena masih ada sembilan laga, artinya masih ada 27 poin maksimal yang bisa direbut. Secara matematis, Union Berlin yang ada di posisi ke-11 pun masih punya peluang juara. Namun, realistis sajalah. Hanya lima yang betul-betul punya peluang.

Bagaimana dengan zona Eropa?

Dari Bundesliga, ada empat kesebelasan yang akan melaju ke Liga Champions dan dua kesebelasan ke Liga Europa. Satu kontestan Liga Europa lain akan diperebutkan via jalur DFB-Pokal.

Apabila dua finalis DFB-Pokal sudah lolos ke kompetisi Eropa dari jalur liga, tim peringkat tujuh di Bundesliga bakal meraih tiket ke Liga Europa.

Saat ini, DFB-Pokal sudah memasuki babak semifinal. Dari empat semifinalis yang ada, dua di antaranya, Bayern Muenchen dan Bayer Leverkusen, duduk di lima besar Bundesliga. Jika keduanya lolos ke partai puncak, tim urutan tujuh Bundesliga akan mendapat tiket Liga Europa.

Namun, jika gelar DFB-Pokal jatuh ke tangan Saarbruecken atau Eintracht Frankfurt, secara otomatis tiket Liga Europa akan menjadi milik salah satu dari dua klub tersebut. Eintracht sendiri saat ini duduk di urutan ke-12 Bundesliga, sementara Saarbruecken merupakan klub divisi empat Liga Jerman.

Daniel Batz, kiper yang gagalkan 5 penalti dalam satu laga untuk tim divisi keempat Liga Jerman, 1. FC Saarbruecken . Foto: Reuters/Kai Pfaffenbach

Di semifinal DFB-Pokal, Bayern Muenchen berhadapan dengan Eintracht Frankfurt, sementara Saarbruecken menantang Bayer Leverkusen. Di atas kertas, Bayern dan Leverkusen berpeluang paling besar lolos ke partai puncak.

Dengan asumsi bahwa itu yang akan terjadi, berarti posisi tujuh Bundesliga bakal amat berharga. Saat ini, Wolfsburg sedang menempatinya, tetapi Freiburg, Hoffenheim, Koeln, bahkan Union Berlin masih punya peluang cukup besar untuk finis di sana.

Situasi zona degradasi seperti apa?

Berbeda dengan papan atas yang sulit diprediksi, papan bawah Bundesliga cenderung lebih mudah ditebak. Pasalnya, dua tim terbawah saat ini, Werder Bremen (17) dan Paderborn (18), sudah tertinggal cukup jauh dari tim-tim di luar zona merah.

Mainz yang duduk di posisi ke-15, misalnya, punya koleksi 26 poin. Mereka unggul empat poin atas Fortuna Duesseldorf yang berada di peringkat 16, alias zona playoff degradasi.

Playoff degradasi Bundesliga sendiri akan mempertandingkan tim peringkat 16 divisi satu dengan tim peringkat 3 divisi dua. Di Bundesliga 2 sendiri, penghuni peringkat 3 adalah Hamburger. Jika Hamburger menang atas Fortuna, mereka akan meraih promosi ke Bundesliga 1. Sebaliknya, Fortuna akan turun kelas.

Siapa saja yang patut diperhatikan nanti?

Mengingat ketatnya Bundesliga musim ini, pemain-pemain yang patut diperhatikan pun bukan cuma dari Bayern, Dortmund, atau Leipzig. Figur-figur di klub lain pun perlu disimak baik-baik kiprahnya.

Gelandang muda andalan Bayer Leverkusen, Kai Havertz. Foto: AFP/Ronny Hartmann

Kai Havertz, pentolan Bayer Leverkusen, misalnya. Di paruh pertama musim, performa bocah 20 tahun itu sebetulnya biasa saja. Begitu masuk 2020, barulah dia menggila. Sudah 7 gol dan 6 assist dibuat Havertz dalam 13 pertandingan di semua ajang.

Dari Gladbach, ada Yann Sommer yang, menurut statistik WhoScored, merupakan kiper terbaik Bundesliga sejauh ini. Pemain asal Swiss itu memang sudah kebobolan 30 kali tetapi dia merupakan kiper dengan penyelamatan terbanyak sejauh ini (89 kali).

Lalu, dari Bayern sendiri ada Robert Lewandowski tentunya yang sudah mengemas 25 gol dan berstatus topskorer sementara kompetisi. Di bawah Lewandowski ada Timo Werner dari RB Leipzig yang sudah membobol gawang lawan 21 kali.

Soal daya kreasi, Thomas Mueller (Bayern), Jadon Sancho (Dortmund), dan Christopher Nkunku (Leipzig) sementara ini jadi yang terdepan. Mereka masing-masing sudah mencatatkan 16, 15, dan 12 assist.

Itu dari pemain. Untuk pelatih, ada baiknya Anda perhatikan kiprah Christian Streich di Freiburg. Streich sudah menangani Freiburg sejak 2011 dan, bisa dibilang, dia adalah seorang overachiever.

Freiburg bukan klub kaya. Sebagai gambaran, pemain termahal mereka dalam sejarah, Vincenzo Grifo, hanya berharga 6,3 juta poundsterling saat dibeli dari Hoffenheim. Namun, di bawah Streich, Freiburg selalu tampil melebihi ekspektasi, termasuk pada musim ini.

Nah, bagaimana? Siap menyambut kembali Bundesliga 2019/20?

-----

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona.