Bundesliga: Bukan Cium Pipi, Boyata Cuma Beri Arahan

Dedyck Boyata kedapatan melanggar aturan selebrasi Bundesliga. Dia tertangkap kamera mencium pipi Marco Grujic, rekan satu timnya di Hertha Berlin.
Hal itu terjadi setelah Hertha unggul akibat gol bunuh diri Kevin Akpoguma di menit ke-58. Padahal, sudah ada aturan mencegah selebrasi yang bisa meningkatkan risiko penularan COVID-19.
Boyata sendiri membantah kalau dirinya mencium Grujic. Ia mengatakan bahwa dirinya sedang memberi arahan set-piece kepada rekan satu timnya itu.
"Itu bukan ciuman atau selebrasi gol," tulis Boyata di akun Instagram pribadinya.
"Waktu itu, saya sedang memberi instruksi terkait set-piece," lanjut dia.
Boyata sendiri meminta maaf sudah menyentuh wajah Grujic. Selain itu, ia mengatakan akan lebih berhati-hati dan akan mengikuti aturan baru saat bermain atau melakukan selebrasi.
"Meski kita sudah bisa bermain kembali di tengah situasi pandemi ini, kita tetap harus berhati-hati. Kita harus mengubah cara kita bermain atau melakukan selebrasi," ujar Boyata.
Selain Boyata, ada juga para pemain Borussia Monchenggladbach yang melanggar aturan selebrasi. Para pemain klub tersebut saling berpelukan usai mencetak dua gol cepat saat menghadapi Eintracht Frankfurt.
Operator Liga Jerman (DFL) tidak menghukum para pelanggar aturan tersebut. Alasannya, aturan tersebut hanya bersifat anjuran atau pedoman saja.
Di sisi lain, menteri wilayah Bavaria, Jerman, Markus Soder, mengkritik kelakuan para pemain itu. Menurut Soder, perlu ada aturan yang lebih tegas soal selebrasi.
"Sepak bola punya peran penting menjadi role model buat masyarakat. Ada baiknya para pemain mengikuti instruksi yang ada dan taat pada aturan itu di pekan-pekan depan," ucap Soder, dilansir Goal International.
"Para pemain mesti mengikuti aturan yang ada. Jujur saja, saya sangat tidak menyukai melihat selebrasi di laga Hertha," tambahnya.
Sementara itu, manajer Hertha, Bruno Labbadia, membela aksi pemainnya. Menurut dia, berdasarkan frekuensi tes virus corona yang mereka lakukan, harusnya tidak ada masalah melakukan selebrasi dengan kontak fisik.
"Selebrasi adalah bagian dari sepak bola. Kami sudah sangat sering melakukan tes virus corona, saya pikir selebrasi aman dilakukan," kata Labbadia.
"Sangat sedig jika kita tidak mendapat izin merayakan gol-gol. Saya harap orang-orang bisa memahami ini. Pihak DFL cuma memberi rekomendasi untuk tidak melakukan selebrasi."
"Kami sudah enam kali menjalani tes virus corona dan semuanya memberi hasil negatif. Terakhir kami melakukannya pada Jumat (15/5). Emosi adalah bagian dari sepak bola," imbuhnya.
****
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona.
