Kumparan Logo

Catatan Kelam Comeback di Santiago Bernabeu yang Bikin Real Madrid Gigit Jari

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Selebrasi pemain Real Madrid Karim Benzema mencetak gol ke gawang Chelsea pada pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions di Stamford Bridge, London, Inggris.  Foto: Peter Cziborra/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Selebrasi pemain Real Madrid Karim Benzema mencetak gol ke gawang Chelsea pada pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions di Stamford Bridge, London, Inggris. Foto: Peter Cziborra/REUTERS

Real Madrid boleh di atas angin usai menang 3-1 di leg pertama perempat final Liga Champions 2021/22. Namun, jelang menjamu Chelsea di Santiago Bernabeu, Rabu (13/4), Los Blancos dibayangi catatan kelam comeback lawan yang bikin gigit jari.

Los Blancos tak terbantahkan sebagai 'Raja Liga Champions' dengan raihan 13 trofi, diikuti AC Milan (7 trofi) serta Bayern Muenchen dan Liverpool (6 trofi). Meski begitu, bukan berarti Real Madrid tanpa cela. Mereka juga pernah secara mengejutkan terkena comeback di Liga Champions bahkan hingga gugur.

Diario AS melansir, setidaknya ada tiga tim yang pernah membuat publik Santiago Bernabeu deg-degan bahkan memberi luka untuk Real Madrid saat mentas di Liga Champions. Mereka adalah Juventus, Bayern Muenchen, dan Ajax Amsterdam.

Salto Ronaldo tak mampu mengoyak gawang Buffon Foto: Reuters / Carl Recine Livepic

Pada edisi 2017/18, publik Santiago Bernabeu dibuat dua kali cemas saat melawan Juventus dan Bayern Muenchen. Pertemuan kontra Juventus terjadi di babak perempat final. Saat itu, Madrid masih lengkap diperkuat trio BBC (Benzema, Bale, dan Cristiano Ronaldo).

Mereka sukses menang meyakinkan 3-0 di leg pertama yang dihelat di markas Juventus. Namun, Bianconeri membalas di Santiago Bernabeu dengan mencetak 3 gol. Real Madrid beruntung bisa selamat berkat gol penalti Ronaldo di menit 90+7, tak lama setelah kiper Juventus saat itu, Gianluigi Buffon, dikartu merah. Pada akhirnya, Los Blancos menang agregat 4-3.

Maju ke semifinal, mereka bertemu Bayern Muenchen. Leg pertama yang dihelat di Allianz Arena sanggup dimenangkan Madrid dengan skor 2-1 berkat gol Marcelo dan Asensio. Sedangkan satu gol tim tuan rumah dibukukan oleh Joshua Kimmich.

Kimmich dan Lewandowski di laga vs Madrid. Foto: REUTERS/Michael Dalder
Kericuhan antara suporter Bayern dan polisi. Foto: Reuters/Michael Dalder

Ketika menjamu Die Roten di Santiago Bernabeu, suporter Real Madrid dibuat khawatir setelah unggul 2-1 lalu diimbangi 2-2 berkat gol James Rodriguez. Beruntung, Bayern tak sanggup menambah gol lainnya dan Madrid tetap unggul agregat 4-3. Pada akhirnya, Ronaldo cs menjadi kampiun Liga Champions 2017/18 usai menang 3-1 atas Liverpool di final.

Sementara, pil pahit benar-benar ditelan Real Madrid di edisi 2018/19. Maju ke fase knock out sebagai juara Grup G, Los Blancos bersua Ajax Amsterdam di babak 16 besar.

Kualitas Benzema cs jelas unggul dengan menang 2-1 di Amsterdam Arena pada leg pertama. Namun, mimpi buruk datang di Santiago Bernabeu. Secara mengejutkan, pasukan Erik ten Hag bisa mengacak-acak pertahanan Real Madrid yang dijaga Raphael Varane dan Nacho. Pada akhirnya, Madrid keok 1-4 dan tersingkir usai kalah agregat 3-5.

Beberapa catatan kelam di Santiago Bernabeu itu bukan tidak mungkin bakal diulang oleh Chelsea besutan Thomas Tuchel. Berstatus sebagai juara bertahan, The Blues harus melakoni misi berat usai keok 1-3 di leg pertama perempat final.

Dani Carvajal membayang-bayangi David Neres. Foto: AFP/Javier Soriano
Andre Onana membela Ajax Amsterdam dalam laga kontra Real Madrid. Foto: Gabriel Bouys/AFP

“Sejujurnya kami tidak terlalu yakin dapat membalikkan keadaan. Tapi, kami harus mencoba dan berusaha semaksimal mungkin hingga titik darah penghabisan,” kata Tuchel jelang bertamu ke Santiago Bernabeu, dikutip dari Daily Mail.

“Kami tidak membutuhkan apa pun selain strategi yang matang. Saya tahu dengan siapa kami bertanding dan sekuat apa musuh kami. Jadi, saya pikir laga nanti akan menjadi tantangan yang berat, terlebih kami harus bermain di Santiago Bernabeu.”

“Namun, kami masih diizinkan untuk bermimpi. Terkadang, memimpikan sesuatu yang baik akan berdampak pada hal positif. Segala sesuatu yang tidak mungkin pun bisa menjadi ‘mungkin’ dengan bermimpi. Terlebih ini adalah olahraga,” pungkasnya.