Cerita Pelatih Italia di Ukraina: Bahkan Anak Perempuan Bawa Senapan
·waktu baca 2 menit

Pelatih Shakhtar Donetsk asal Italia, Roberto de Zerbi, bercerita mengenai pengalamannya berada di Ukraina. Saat ini, Rusia tengah melakukan operasi militer ke Ukraina atas perintah sang presiden, Vladimir Putin. Ia bercerita tentang situasi di sana, bahkan mengaku melihat anak perempuan membawa senapan.
Zerbi berhasil kembali ke Italia usai menjalani perjalanan yang mengerikan untuk keluar dari Ukraina. Eks pelatih Sassuolo itu merasakan roket-roket yang melayang di udara selama 24 jam berada di Kiev.
"Saya mendengar saat terjadi serangan di Kiev. Semuanya berlalu begitu lambat karena kami tidak bisa tidur dengan nyenyak. Saya bisa mendengar semuanya," ucap Zerbi dikutip Goal International.
"Ada yang tidur di bunker hotel, ada yang di kamar. Saya memilih untuk tidur di kamar agar bisa melihat apa yang terjadi di luar hotel. Ketika saya mendengar suara gemuruh, saya akan masuk ke bunker," lanjut Zerbi.
Zerbi juga memberikan apresiasi kepada orang-orang Ukraina yang setia berada di negaranya untuk bertahan. Mereka melakukan banyak hal untuk bisa mempertahankan kedaulatan negaranya.
"Dari yang saya lihat, warga Ukraina bisa bertahan, tetapi saya tak tahu akan berapa lama. Mereka benar-benar tangguh. Vitali Klitschko [Wali Kota Kiev, eks petinju] akan bertarung. Seorang pekerja gudang hingga anak perempuan kecil membawa senapan siap untuk berperang," tutur Zerbi.
Zerbi sendiri baru ditunjuk melatih Shakhtar di awal musim ini. Penampilannya begitu impresif dengan raihan 20 kemenangan dari 30 laga yang dijalankan.
