Kumparan Logo

Cerita WNI di Qatar Selama Piala Dunia: Kerja Cuma 5 Jam demi Cegah Macet

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stadion Lusail. Foto: Marko Djurica/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Stadion Lusail. Foto: Marko Djurica/REUTERS

Pemerintah Qatar berupaya maksimal untuk menyukseskan gelaran Piala Dunia 2022. Salah satu bentuknya adalah dengan memberikan kelonggaran jam kerja untuk para warganya.

Pelonggaran jam kerja ditujukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan-jalan Qatar, terutama Doha. Sebab, Pemerintah Qatar menginginkan akses yang cepat dan mudah untuk para suporter dan wisatawan yang ingin menonton Piala Dunia 2022 secara langsung di stadion.

Hal itu diungkapkan oleh Hafiez Aulia, WNI yang tinggal dan bekerja di Qatar. Menurutnya, pemerintah Qatar membuat kebijakan tersebut guna memaksimalkan dukungan untuk menyukseskan Piala Dunia 2022.

"Jadi selama Piala Dunia ada aturan khusus. Kalau di perusahaan saya, sebelum Piala Dunia masuk pukul 07:30 sampai 15:30. Selama Piala Dunia, jam kerjanya dimajukan. Jadi mulai pukul 06:30 dan selesai pukul 11:30. Lima jam kerja dari biasanya delapan jam," ucap Hafiez ketika berbincang dengan kumparan di Doha.

M. Hafiez Aulia bersama sang istri berfoto di City Central Mall, Doha, Qatar. Dok: kumparan.

"Jadi, ketika waktu pertandingan itu, sudah tidak banyak lagi orang-orang yang bekerja. Mereka sudah pulang sehingga diharapkan bisa mencegah kemacetan. Karena orang sudah tidak lalu-lalang pulang ke rumahnya, sehingga alur lalu lintas lancar. Dan, juga buat kami yang pengin nonton pertandingan jadi punya waktu untuk persiapan menuju ke stadion," tambahnya.

Tak hanya itu, ada sejumlah aktivitas pekerjaan yang sampai disetop total selama Piala Dunia 2022 berlangsung. Hal tersebut ditujukan agar para warga memeriahkan gelaran Piala Dunia yang pertama kali berlangsung di Qatar.

M Hafiez Aulia bersama sang istri saat berfoto di City Central Mall, Doha, Qatar. Dok: kumparan

"Kebijakan ini hanya sampai tanggal 18 Desember [final Piala Dunia 2022], setelah itu balik lagi [normal]. Jadi memang khusus untuk Piala Dunia," kata pria yang bekerja di sektor minyak dan gas itu.

"Ada beberapa kegiatan juga yang sementara di stop dulu untuk memfasilitasi Piala Dunia itu. Memang, ada anjuran juga dari pemerintah Qatar untuk ikut meramaikan Piala Dunia," tutupnya.

Piala Dunia 2022 berlangsung dari 21 November lalu hingga 18 Desember mendatang. Menurut laporan CNBC, dua minggu pertama Piala Dunia berlangsung, sudah ada 765 ribu orang yang berkunjung ke Qatar.