Kumparan Logo

Coppa Italia: Fiorentina Paksa Atalanta Telan Hasil Imbang

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Federico Chiesa merayakan gol bersama Vitor Hugo. Foto: Getty Images/Gabriele Maltinti
zoom-in-whitePerbesar
Federico Chiesa merayakan gol bersama Vitor Hugo. Foto: Getty Images/Gabriele Maltinti

Hampir saja Fiorentina takluk dari Atalanta dalam laga putaran pertama babak semifinal Coppa Italia di Stadio Artemio Franchi, Kamis (28/2/2019) dini hari WIB. Namun, dengan semangat tak ingin menjadi pecundang di kandang sendiri, La Viola mampu paksakan tim lawan telan hasil imbang 3-3.

Laga ini sendiri berjalan menarik, karena Fiorentina mampu dua kali menyamakan kedudukan. Atalanta mencetak dua gol awal pada laga ini melalui Alejandro Dario Gomez dan Mario Pasalic pada menit ke-16 dan ke-18.

Lalu, Fiorentina mencetak dua gol balasan berkat aksi Federico Chiesa pada menit ke-36 dan Marco Benassi pada menit ke-36. Gol Marten de Roon membuat Atalanta sempat unggul 3-2 pada menit ke-58, namun Luis Muriel berhasil menjadi dalang di balik terciptanya gol ketiga Fiorentina di akhir laga.

Di laga ini, Fiorentina tampil dengan skuat terbaiknya dalam formasi 4-3-3. Untuk urusan mencetak gol, pelatih Stefano Pioli memecayakannya kepada trio Federico Chiesa-Luis Muriel-Gerson Silva. Menyadari itu, pelatih Gian Pero Gasperini juga menurunkan pemain-pemain terbaik Atalanta dalam skema 3-4-1-2.

Salah satu penyerang Atalanta pada laga ini adalah Duvan Zapata. Penyerang berkebangsaan Kolombia itu telah mencetak 16 gol untuk Atalanta, menjadi yang terbaik di Serie A setelah Cristiano Ronaldo (19 gol), Krzysztof Piatek (18), Fabio Quagliarella (17).

Zapata jadi bintang kemenangan Atalanta atas Juventus di Coppa Italia. Foto: Twitter/Mozo Football

Selama 30 menit awal laga, Atalanta terus saja memanfaatkan lowongnya lini tengah lawan. Mengecewakannya penampilan Bryan Dabo sebagai gelandang perusak tempo Fiorentina merupakan salah satu alasannya. Alasan lainnya, karena garis pertahanan kelewat tinggi.

Memanfaatkan celah di sana sini, Atalanta bisa mencetak gol ketika laga baru berjalan 16 menit. Prosesnya bermula Josep Ilicic yang berhasil merebut bola dari dari kaki Victor Hugo, yang tampil sebagai bek tengah Fiorentina.

Setelahnya, Ilicic dengan leluasa melakukan dribel menuju kotak penalti. Ketika kiper Alban Lafont telah bersiap menepis tembakan, penyerang asal Slovenia itu malah melancarkan umpan kepada Alejandro Gomez. Dihadapkan dengan gawang kosong, Gomez mampu mencetak gol dengan mudah.

Dua menit setelah gol itu, Ilicic kembali menjadi aktor di balik terciptanya gol Atalanta. Prosesnya bermula dari aksi dribel Ilicic dengan leluasa dari tengah lapangan, yang berakhir dengan sepakan keras dari Mario Pasalic.

X post embed

Kebobolan dua gol cepat tentu saja membuat mental Fiorentina sempat jatuh. Namun, dengan gigih Chiesa terus mencoba menginspirasi rekan-rekannya. Hasilnya? Pemuda asli Firenze itu mampu mencetak gol pada menit ke-33.

Alur gol ini bermula dari kesalahan umpan Gianluca Mancini. Setelahnya, Chiesa melakukan dribel dari tengah lapangan ke kotak penalti. Dalam situasi satu lawan satu, dia mampu menciptakan gol.

Gol ini menjadi penyuntik semangat Fiorentina, dan dua menit kemudian Marco Benassi mampu menciptakan gol yang membuat skor menjadi imbang 2-2. Setelah gol tersebut, laga berjalan imbang hingga babak pertama tuntas.

Pada menit ke-58, Fiorentina kembali tertinggal akibat sepakan keras Marten de Roon mampu berbuah gol. Namun, melalui serangan balik cepat pada menit ke-78, Luis Muriel mampu mencetak gol untuk Fiorentina. Setelahnya, kemudi laga menjadi milik Fiorentina. Meski begitu, skor 3-3 tetap bertahan hingga laga tuntas.