kumparan
search-gray
Bola & Sports21 Maret 2019 23:41

Cristiano Ronaldo Didenda Gara-gara Selebrasi Kontroversialnya

Konten Redaksi kumparan
Cristiano Ronaldo Didenda Gara-gara Selebrasi Kontroversialnya (224335)
Pemain-pemain Juventus merayakan gol Cristiano Ronaldo. Foto: Reuters/Alberto Lingria
Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo, diganjar denda senilai 20 ribu euro (sekitar Rp 320 juta) akibat selebrasinya seusai mencetak gol di laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Atletico Madrid, tanggal 13 Maret 2019 lalu. Kala itu, Ronaldo melakukan selebrasi gol ketiganya dengan memegang selangkangannya dan mengarahkannya ke suporter Atletico.
ADVERTISEMENT
Hukuman denda terhadap Ronaldo ini diputuskan langsung oleh UEFA. Mantan penggawa Real Madrid ini dinilai telah melanggar pasal 11 ayat 2B dan pasal 11 ayat 2D regulasi UEFA.
“CEDB (Badan Etik) UEFA telah memutuskan untuk mendenda pemain Juventus, Cristiano Ronaldo, dengan nilai 20 ribu Euro karena aksinya yang tidak pantas,” berikut pernyataan yang dilepaskan UEFA, dikutip dari The Guardian.
Kendati begitu, hukuman ini mungkin disyukuri oleh Massimiliano Allegri dan rekan-rekan Ronaldo di Juventus karena sempat beredar isu bahwa sang penyerang akan mendapatkan hukuman larangan bertanding di babak perempat final yang akan datang.
Memang, sebelumnya, UEFA sudah mengumumkan bahwa mereka akan menginvestigasi dan menindak selebrasi Ronaldo yang dinilai tak senonoh ini. Namun, seusai investigasi, isu larangan bertanding tersebut mentah dan ‘hanya’ hukuman denda yang dijatuhkan.
ADVERTISEMENT
Ronaldo melakukan selebrasi ini setelah menuntaskan hattrick-nya ke gawang Atletico. Tiga gol yang dicetak oleh megabintang sepak bola asal Portugal ini membawa Juventus lolos ke perempat final setelah menang atas Atletico dengan skor agregat 3-2.
Meskipun begitu, ulah Ronaldo ini pada dasarnya bukanlah sesuatu yang orisinal. Pria berusia 34 tahun ini hanya meniru apa yang dilakukan oleh pelatih Atletico, Diego Simeone, di pertandingan leg pertama.
Di pertandingan leg pertama yang berlangsung tanggal 21 Februari lalu, Simeone melakukan selebrasi cojones (secara harfiah berarti testikel, dan secara konotatif menunjukkan timnya punya keberanian) ini setelah Jose Maria Gimenez mencetak gol kedua Atletico. Apa yang dilakukan Simeone persis seperti apa yang dilakukan oleh Ronaldo, memegang selangkangannya dan mengarahkannya ke tribune.
ADVERTISEMENT
Simeone kala itu berargumen bahwa selebrasi itu ia lakukan untuk meluapkan perasaannya. Namun, ia juga meminta maaf atas aksinya tersebut.
Simeone pun mendapatkan hukuman yang serupa dengan Ronaldo. Pelatih yang identik dengan pakaian hitam-hitam ini juga didenda oleh UEFA dengan nilai 20 ribu euro.