Danone Nations Cup: Enjoy Saja, Nikmati Pertandingannya

Kamis (10/10/2019), Danone Nations Cup menggelar pertandingan babak grup. Satu hari sebelum turnamen dimulai, para peserta dari total 56 tim yang akan berlaga disambut dengan pesta di bawah langit cerah Catalunya.
Salou, tempat pesta penyambutan itu berlangsung, adalah kota kecil di provinsi Tarragona. Siapa pun bisa mencapainya dengan menaiki kereta —tiketnya hanya 8,8 euro— dari Barcelona dan menikmati hamparan Laut Mediterrania dari jendela selama satu setengah jam.
Dari luar, Salou terlihat sepi dan nyaris tanpa ingar-bingar. Rasa-rasanya kota ini memang didesain untuk jalan-jalan santai dan leyeh-leyeh di pinggir pantai. Ada banyak apartemen di Salou, tetapi hampir semuanya sunyi seolah tanpa penghuni.
Namun, bukan berarti Salou minim pengunjung. Kota ini hidup karena ada banyak keluarga memilih untuk berlibur dan kelompok orang-orang paruh baya yang ingin menepikan diri dari kehidupan sehari-hari.
Maka, tak heran jika sejumlah resort dan pusat perkemahan di Salou ramai oleh anak-anak dengan orang tuanya dan sejumlah bapak-bapak atau ibu-ibu yang duduk santai menikmati matahari sore.
Pesta pembukaan Danone Nations Cup 2019 berlangsung di salah satu pusat perkemahan di Salou. Seluruh tim dikumpulkan pada satu camp yang sama agar berbaur. Turnamen ini memang bukan urusan mengalahkan lawan atau menjadi juara semata, tetapi juga soal berkenalan dengan kawan baru yang tadinya asing dan saling bertukar cerita.
kumparanBOLA melihat sendiri bagaimana beberapa anak dari tim Indonesia bercakap-cakap dengan anak-anak dari tim Tunisia. Beberapa berusaha bercakap-cakap dengan bahasa Inggris yang terbata-bata, tetapi raut antusias di wajah mereka tidak bisa berbohong, bahwa mereka tengah terlibat dalam pembicaraan yang cukup asyik —entah apa pun itu.
Ucapan Direktur Global DNC (Danone Nations Cup), Steve Brangeon, pada pesta pembukaan pun menggema seketika: “Pokoknya enjoy saja, nikmati pertandingannya dan jangan lupa bersenang-senang.”
Ya, turnamen ini ujung-ujungnya memang memperebutkan trofi juara. Namun, apa, sih, yang lebih penting untuk anak-anak usia 12 tahun selain bersenang-senang dengan sepak bola mereka? Well, rasa kompetitif itu memang terbangun sendirinya lewat pertandingan, tetapi berbincang-bincang asyik dengan kawan baru bukanlah pengalaman yang bisa didapat setiap hari.
“Kami berharap, anak-anak bersosialisasi dan saling menghormati satu sama lain, di mana pada waktu yang sama mereka bermain membela negara masing-masing,” kata Brangeon lagi.
Pesta pembukaan itu ditutup dengan entakan musik dance, yang mengirim satu per satu anggota tim turun dari tempat duduk masing-masing dan berjoget-joget (juga berlompatan) mengikuti irama.
Tim Indonesia awalnya malu-malu. Namun, akhirnya mereka turun melantai juga. Satu anak di antaranya berjoget sembari meneyelimuti tubuhnya dengan bendera Merah-Putih.
