Danone Nations Cup: Tak Sekadar Bertanding, tetapi Juga Menjaga Bumi

Sedari awal, saya mendapatkan kesan bahwa Danone Nations Cup lebih dari sekadar turnamen yang menuntut tim partisipan untuk mengejar kemenangan. Well, menang dan menjadi juara memang membanggakan, tapi ada yang lebih penting lagi: Berbahagia.
Toh, turnamen ini memang ditujukan untuk anak-anak berusia 12 tahun. Selain berbahagia dan bermain (kalau urusannya untuk sepak bola, ya), apalagi yang mereka butuhkan?
Bahkan, tak jarang mimpi yang mereka kenyam pun masih amat sederhana. Andik Vermansah, misalnya. Ia mengaku mengikuti Danone Nations Cup 2003 dengan tujuan yang tidak muluk-muluk: Supaya bisa pergi ke (dan bermain di) luar negeri —ya, bukan menjadi juara!
Sayang, mimpi Andik tidak kesampaian. Timnya gagal pada turnamen regional di Indonesia. Namun, garis nasib siapa yang tahu. Pada akhirnya, Andik menjadi pemain sepak bola profesional dan menjajal karier di luar negeri.
Pada kesempatan lain, Marketing Manager Danone-Aqua, Jeffri Ricardo, bercerita bagaimana pertukaran kultur acap terjadi. Beberapa tahun lalu, aksi para pemain Indonesia mencium tangan pelatih, wasit, dan ofisial pertandingan, justru diikuti oleh beberapa tim dari negara lain.
Rabu (8/10/2019), tak lama setelah sampai di Salou, kota kecil di pinggir pantai Catalunya, para anggota tim Indonesia diajak melakukan kampanye ‘One Planet One Health’. Mereka diberikan pemahaman bahwa kesehatan juga berasal dari gaya hidup dan lingkungan yang juga sehat.
Singkatnya, selain diberikan penuturan mengenai pentingnya menjaga diri sendiri, mereka juga mendapatkan penekanan pentingnya menjaga bumi.
Ini adalah bagian dari pembelajaran selama mereka mengikuti Danone Nations Cup. Sebelumnya, para pemain juga sempat dikarantina selama sekitar dua minggu dan dibiarkan jauh dari orang tua. Selama kurun waktu itu, mereka diajari hidup layaknya atlet sungguhan yang jadwal latihan dan makannya pun diatur.
“Mereka betul-betul dijauhkan dari orang tua, diatur waktu tidur, makan, dan latihannya. Supaya mereka paham, begini ini rasanya kalau nanti jadi pemain profesional," ujar Jeffri.”
Dukungan pun datang dari Kedutaan Besar Indonesia. Begitu mendarat di Barcelona, sesaat sebelum masuk bus yang bakal membawa mereka ke Salou, para anggota tim Indonesia disambut oleh Ekalyptha Setyo Cahyono, Sekretaris Kedua Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya Kedutaan Besar Indonesia untuk Spanyol.
“Kami sangat mengapresiasi adik-adik dari kedua tim yang mewakili Indonesia di Final Dunia Danone Nations Cup 2019 ini. Kami berharap adik-adik bisa bertanding secara maksimal dan meraih hasil yang terbaik,” kata Eka.
