Kumparan Logo

Deadline Day Bursa Transfer: Rumah Baru Fellaini dan Batshuayi

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Marouane "Zinedine Zidane" Fellaini. Foto: Reuters/Andrew Yates
zoom-in-whitePerbesar
Marouane "Zinedine Zidane" Fellaini. Foto: Reuters/Andrew Yates

Jendela transfer Januari 2019 telah resmi ditutup. Selama sebulan penuh, klub-klub Eropa berburu pemain. Ada yang direkrut sebagai solusi jangka pendek, ada pula yang dibeli sebagai bentuk investasi jangka panjang. Motifnya boleh berbeda-beda, tetapi semua itu hanya boleh dilakukan sepanjang jendela dibuka, kecuali jika pemain yang didatangkan berstatus bebas transfer.

Guardian mencatat bahwa sepanjang Januari, ada 500 aktivitas transfer yang dilakukan klub-klub lima liga top Eropa. Total, ada uang sebesar lebih dari Rp 10 triliun yang terlibat di sana. Christian Pulisic jadi pemain termahal di jendela transfer kali ini. Pemain Amerika Serikat itu dibeli Chelsea dari Borussia Dortmund dengan nilai 58 juta poundsterling, tetapi dia baru akan benar-benar bergabung ke Stamford Bridge pada musim 2019/20 nanti.

Di penutupan jendela transfer, tidak ada transfer 'wah' yang terjadi. Kendati begitu, ada sejumlah nama cukup tenar yang ikut ambil bagian di sana. Lewat tulisan ini, akan kami sampaikan beberapa transfer yang paling menyita perhatian dan menurut kami menarik.

1) Marouane Fellaini (Man United ke Shandong Luneng)

Fellaini akan selamanya diasosiasikan dengan era kelam Manchester United pasca-Sir Alex Ferguson. Semua tentang dirinya adalah 'kesalahan', mulai dari proses transfernya, manajer yang membelinya, gaya bermainnya, pelanggaran-pelanggarannya, sampai bagaimana dia digunakan di lapangan.

Namun, Fellaini sudah membuktikan bahwa dia beberapa kali mampu jadi penyelamat, bahkan penentu kemenangan, Manchester United. Salah satu buktinya adalah gol kemenangan yang dia cetak di laga terakhir Arsene Wenger melawan United.

X post embed

Fellaini menandatangani kontrak baru dengan United pada awal musim ini. Akan tetapi, setelah menjadi cadangan abadi di era kepelatihan Ole Gunnar Solskjaer, mantan pemain Everton ini memutuskan untuk menerima tawaran Shandong Luneng yang konon bakal menggajinya 235 ribu pounds per pekan. Kepada United, klub China tersebut membayar 10 juta pounds untuk merekrut Felaini.

2) Michy Batshuayi (Chelsea ke Crystal Palace)

Paruh kedua musim 2017/18 berjalan sangat indah bagi Batshuayi. Dipinjamkan Chelsea ke Borussia Dortmund, dia mampu mencetak 9 gol dari 14 pertandingan Bundesliga yang dia jalani. Akan tetapi, hal itu tak bisa dia ulangi di paruh pertama musim ini.

X post embed

Batshuayi dipinjamkan ke Valencia pada paruh pertama silam. Namun, seiring dengan melempemnya lini depan Los Che, mantan striker Marseille ini juga ikut-ikutan mejan. Sudah jaran turun sebagai starter (5 dari total 20 laga), Batshuayi juga cuma bisa bikin 2 gol di La Liga dan Liga Champions.

Kini, Crystal Palace akan jadi tempat bertualang baru Batshuayi. Dengan status pinjaman, pemain 25 tahun itu diharap bisa memperbaiki rekor mencetak gol Palace yang cuma berada di angka 1 gol per pertandingan.

3) Adrien Silva ke Monaco, Youri Tielemans ke Leicester

Jika Anda berpikir sistem barter hanya berlaku di masa prasejarah, tunggu dulu. Di abad ke-21 ini sistem orisinal itu nyatanya masih eksis. Contohnya adalah pertukaran pemain antara Leicester City dan Monaco. Monaco mengirimkan Tielemans ke Midlands, Leicester melepas Adrien ke French Riviera.

X post embed

Monaco mendapat pemain berpengalaman dalam diri Adrien yang punya 26 caps untuk Timnas Portugal itu. Sementara, Leicester memperoleh pemain muda yang tengah mekar dalam sosok Tielemans. Kedua pemain ini bergabung ke kedua klub dengan status pinjaman sampai akhir musim.

4) Peter Crouch (Stoke City ke Burnley)

Ini menarik. Di usianya yang sudah menginjak angka 38, Crouch seperti mendapat kesempatan kesekian untuk bertempur di Premier League. Burnley yang cuma bisa mencetak 25 gol dari 45 pertandingan itu memang butuh sosok baru di lini depannya. Crouch yang punya rekor 462 penampilan Premier League dan mencetak 108 gol itu jadi pilihan.

X post embed

Kepindahan Crouch ke Burnley ini ada sangkut pautnya dengan kepindahan Sam Vokes ke Stoke. Crouch sendiri dikontrak oleh The Clarets sampai akhir musim 2018/19. Meski usianya sudah mendekati kepala empat, Crouch masih belum mau menyerah. "Makin tua, aku makain lapar," katanya seperti dilansir BBC.

5) Emerson (Atletico Mineiro ke Barcelona, Dipinjamkan ke Real Betis)

Barcelona sebelum ini sudah meresmikan transfer bek muda Jean-Clair Todibo dan dalam diri Emerson Aparecida Leite de Souza Junior mereka mendapatkan satu pemain belakang potensial lagi. Bedanya, jika Todibo adalah bek sentral, Emerson adalah bek kanan.

X post embed

Emerson direkrut dengan banderol 12 juta euro. Dia diikat dengan kontrak lima tahun sampai musim 2023/24. Akan tetapi, pemuda 20 tahun itu tidak akan langsung bermain untuk Barcelona. Selama setengah musim ini, dia akan lebih dulu mengecap kerasnya La Liga bersama Real Betis.

6) Shinji Kagawa (Borussia Dortmund ke Besiktas)

Sejak kembali dari Manchester United, Kagawa memang tak sama lagi. Perlahan, dia pun semakin kesulitan mendapatkan tempat di Borussia Dortmund. Puncaknya adalah musim ini di mana dia hanya dimainkan Lucien Favre sebanyak 4 kali (2 sebagai pengganti). Akhirnya, di jendela transfer Januari, pemain 29 tahun ini pun dilepas ke Besiktas.

X post embed

Besiktas dalam beberapa musim ke belakang memang dikenal sebagai tempat penampungan pemain-pemain bintang yang sudah nyaris kedaluwarsa. Biasanya, di sana para pemain tersebut bisa kembali bangkit meski tak seoke dulu. Ricardo Quaresma dan Ryan Babel boleh dijadikan contoh.

Kagawa sendiri sebelumnya sempat dikaitkan dengan Monaco. Namun, dia akhirnya memilih Besiktas sebagai destinasi berikut.

7) Sardar Azmoun (Rubin Kazan ke Zenit St. Petersburg)

Azmoun boleh saja gagal membawa Timnas Iran ke final Piala Asia 2019. Akan tetapi, kariernya di klub tidak mandek. Dijuluki 'Messi dari Iran', Azmoun tadinya sempat diincar Wolverhampton Wanderers. Bahkan, Wolves dan Rubin sudah menyepakati nilai transfer dengan rincian 1,7 juta pounds biaya peminjaman serta opsi kepemiikan permanen 11,5 juta pounds.

X post embed

Namun, Rubin kemudian berubah pikiran. Mereka ingin opsi tadi diubah menjadi obligasi. Karena Wolves menolak, batallah transfer tersebut. Nah, di situlah kemudian Zenit St. Petersburg masuk hitungan. Mereka menyodorkan 12 juta euro kontan kepada Rubin dan pindahlah Azmoun ke St. Petersburg dengan transfer permanen.