Deretan Kontroversi Ronaldinho, dari Lantai Dansa sampai Hotel Prodeo

Bagi Ronaldinho, dunia ini adalah taman bermain raksasa. Itulah alasan mengapa dia bisa jadi pesepak bola yang permainannya begitu nikmat untuk disaksikan. Di lapangan, dia tak sekadar mengolah bola tetapi juga mengolah rasa.
Ronaldinho adalah epitome kebahagiaan dalam bersepak bola. Senyumnya senantiasa mengembang ketika dirinya menggocek bola dan itu membuat lawan-lawan yang dipecundanginya sekalipun tidak bisa merasa kesal.
Namun, di balik itu semua, ada efek samping yang amat besar. Ronaldinho memperlakukan dunia sebagai taman bermain dan itu tidak hanya dia lakukan di lapangan tetapi juga di luarnya.
Alhasil, meskipun sempat berada di puncak rantai makanan sepak bola, dia tak bertahan lama di sana. Karena terlalu sibuk bermain, Ronaldinho lengah dan harus menyerahkan takhtanya kepada Ricardo Kaka, Lionel Messi, dan Cristiano Ronaldo.
Ronaldinho pun dengan cepat menghilang. Walaupun baru benar-benar gantung sepatu pada 2015, namanya sudah praktis menghilang sejak pergi dari AC Milan empat tahun sebelumnya.
Saat ini, di usia mendekati kepala empat, Ronaldinho bahkan harus berurusan dengan hukum karena persoalan paspor palsu. Lewat tulisan ini, kumparanBOLA mengajak Anda untuk menengok kembali kontroversi-kontroversi yang pernah dibuat olehnya.
1) Party Tanpa Henti
Pakar sepak bola Brasil, Tim Vickery, pernah menyebut Ronaldinho seperti bocah genius yang tak pernah tumbuh dewasa. Kematian sang ayah ketika dirinya masih kecil membuat Ronaldinho jadi menganut prinsip YOLO dalam hidupnya.
Sejak kecil Ronaldinho sadar bahwa hidup itu tidak panjang. Itulah mengapa, selagi bisa, dia akan terus menikmati kehidupannya.
Sebagai seorang atlet tenar, Ronaldinho memiliki sumber daya luar biasa banyak untuk menikmati hidup dan inilah yang dia lakukan. Alasan utama Barcelona mendepaknya dari tim adalah karena Ronaldinho terlalu sering party sehingga performanya terganggu.
Kebiasaan Ronaldinho untuk berpesta semalam suntuk membuatnya jadi kerapkali terlambat latihan. Selain itu, tubuhnya pun jadi tidak lagi bugar dan semakin gempal saja.
Barcelona melepas Ronaldinho ke Milan dan di Kota Mode itu kebiasaan party sang megabintang semakin menjadi. Pergi malam pulang pagi adalah cara Ronaldinho menikmati kehidupannya.
Sampai akhirnya, pada 2011 tadi, Ronaldinho dianggap tak lagi bisa bersaing di sepak bola level tertinggi. Di usia 31 tahun, pemain yang dikenal karena gigi tonggosnya itu memutuskan mudik ke Brasil.
2) Operasi Gigi
Bicara soal gigi, Ronaldinho kini sudah tidak lagi tonggos. Sejak 2013 tepatnya, sejak dia menjalani operasi untuk meratakan giginya.
Well, sebenarnya ini bukan hal buruk. Ronaldinho ingin penampilannya jadi lebih oke dan dia punya uang untuk melakukannya. So, apa salahnya, 'kan?
Tapi, di sinilah kontroversinya: Apakah Ronaldinho yang tidak bergigi tonggos masih bisa disebut Ronaldinho? Hmm, bagaimana menurut kalian?
3) Jadi Pendukung Jair Bolsonaro
Jair Bolsonaro adalah Presiden Brasil saat ini yang mengusung ideologi ultra-kanan. Oleh mantan kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Mike Bloomberg, Bolsonaro disebut sebagai Donald Trump-nya Brasil.
Bolsonaro adalah politisi populis yang retorika-retorikanya dilihat sebagai janji manis untuk membawa Brasil keluar dari krisis. Bersama Rivaldo dan Lucas Moura, Ronaldinho jadi pebola berprofil tinggi yang secara terbuka mendukung Bolsonaro.
Celakanya, pada masa kampanye Bolsonaro tahun 2018 lalu, Ronaldinho (dan Rivaldo) masih menjadi duta Barcelona. Tak mau dikaitkan dengan sosok fasis seperti Bolsonaro, Barcelona pun menjauh dari kedua legenda tersebut.
4) Mengemplang Pajak dan Menggunakan Paspor Palsu
Nama Ronaldinho belakangan kembali nyaring terdengar karena masuk Paraguay dengan paspor palsu. Karena itu, pria 39 tahun tersebut bisa saja menjalani hukuman penjara.
Ronaldinho harus menggunakan paspor palsu untuk masuk ke Paraguay karena, well, dia memang tidak punya paspor. Padahal, dulunya dia punya dua paspor sekaligus, yaitu Brasil dan Spanyol.
Dua paspor itu sendiri disita pada Juli tahun lalu karena Ronaldinho ketahuan mengemplang pajak untuk 57 properti yang dimilikinya. Diketahui, utang pajak Ronaldinho mendekati angka Rp70 miliar.
Akhirnya, karena tidak punya paspor asli, Ronaldinho menggunakan paspor palsu yang menyebutkan bahwa dia merupakan warga naturalisasi Paraguay. Aksi ini tidak mampu menipu petugas imigrasi dan Ronaldinho pun diciduk.
Saat ini Ronaldinho masih diinvestigasi dan hukum di Paraguay memang mengatur bahwa terduga akan dipenjara selama investigasi berlanjut. Namun, waktu maksimalnya adalah enam bulan. Dengan begitu, Ronaldinho bakal mendekam di penjara sampai enam bulan ke depan apabila penyidik tak membuat keputusan.
Untung buat Ronaldinho, Reuters melaporkan bahwa legenda Barcelona itu mendapatkan fasilitas penuh selama dipenjara. Ia dan kakaknya diberikan sabun, bantal, dan losion penangkal nyamuk agar mereka nyaman.
Ronaldinho juga tampak baik-baik saja. Menurut salah satu sipir tempatnya dipenjara, Blas Vera, Ronaldinho bahkan selalu tersenyum seperti biasanya.
