Kumparan Logo

Dewa United Kecam Aksi 'Kung Fu' Bhayangkara U-20, Akan Tempuh Jalur Hukum

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kericuhan pada laga Bhayangkara U-20 vs Dewa United di EPA Super League, Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4) Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kericuhan pada laga Bhayangkara U-20 vs Dewa United di EPA Super League, Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4) Foto: Dok. Istimewa

Dewa United mengecam keras tindak kekerasan yang dilakukan oleh para pemain Bhayangkara U-20 kepada pemain Dewa United U-20 di laga Elite Pro Academy (EPA) Super League. Presiden Dewa United FC, Ardian Satya Negara, pastikan bakal bawa insiden ini ke ranah hukum.

Laga Bhayangkara U-20 vs Dewa United U-20 di EPA Super League, Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4), diwarnai kericuhan. Para pemain Bhayangkara U-20 menyerang pemain Dewa United U-20. Pemain Bhayangkara U-20 sekaligus penggawa Timnas U-20, yakni Fadly Alberto sampai lepaskan tendangan 'kung fu' ke salah satu pemain Dewa United.

Ardian mengecam keras tindak penyerangan yang dilakukan oleh para pemain Bhayangkara U-20. Ardian pastikan pihaknya akan membawa insiden ini ke ranah hukum bagi semua yang melakukan kekerasan baik dari pemain maupun pelatih Bhayangkara U-20.

"Saya akan proses secara hukum untuk semua yang melakukan kekerasan. Karena bukan hanya pemain tapi juga ada pelatih [Bhayangkara U-20] yang melakukan pemukulan. Saya sangat kecewa dengan insiden ini," kata Ardian lewat keterangan tertulisnya kepada pewarta, Senin (20/4).

CEO Dewa United, Ardian Satya, saat diwawancarai awak media di Tangerang, Jumat (31/5). Foto: Aji Nugrahanto/kumparan

"Seharusnya kompetisi usia muda ini sebagai tempat pembelajaran bukan jadi ajang kekerasan," tegasnya.

Ardian menuntut pihak Bhayangkara U-20 untuk bertanggung jawab atas insiden ini. Dewa United minta Bhayangkara ambil langkah tegas kepada para pemain dan staf pelatih mereka yang terlibat dalam insiden tersebut.

"Klub juga [Bhayangkara] harusnya bertanggung jawab untuk mendidik moral dan adab semua pemain mereka. Bukan hanya menekan menjadi juara, karena ini hanya kompetisi usia muda," tutupnya.