kumparan
2 Sep 2018 4:40 WIB

Di Asian Games 2018, Timnas Korsel Berkawan Karib dengan Kesulitan

Pemain Korsel rayakan kemenangan di Asian Games 2018. (Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha )
Timnas Korea Selatan sukses meraih medali emas di cabor sepak bola nomor sepak bola putra ajang Asian Games 2018. Namun, bukan berarti Timnas Korea Selatan tidak mengalami kesulitan.
ADVERTISEMENT
Berhadapan dengan Timnas Jepang dalam partai final cabor sepak bola nomor sepak bola putra di Stadion Pakansari, Sabtu (1/9/2018), Korea Selatan tampil apik. Setelah sempat kesulitan menembus pertahanan Jepang sepanjang 90 menit, Korea Selatan berhasil mencetak dua gol di babak perpanjangan waktu dan mengakhiri laga dengan skor 2-1.
Penampilan apik Korea ini mendapatkan apresiasi dari sang pelatih, Kim Hak-bum. Dia merasa para pemainnya sudah mengerahkan seluruh kemampuan. Dia juga berterima kasih kepada semu pihak seperti staf pelatih maupun elemen-elemen lain di dalam tim yang menyokong kesuksesan Timnas Korea Selatan di ajang Asian Games 2018.
Walau menutup kompetisi dengan medali emas, bukan berarti Timnas Korea Selatan tidak pernah dirundung kesulitan selama ajang Asian Games 2018. Kim mengakui hal ini, dan dia menyebut bahwa momen sulit selama Asian Games 2018 ada dua: soal pemilihan pemain yang diterpa banyak isu miring serta laga melawan Uzbekistan di babak perempat final dengan skor tipis 4-3.
ADVERTISEMENT
“Soal pemilihan pemain, saya sudah mengeluarkan keputusan untuk tim dan saya tidak peduli isu yang beredar. Meski ada banyak isu soal pemain, saya tidak terlalu peduli itu,” ujar Kim dalam sesi jumpa pers seusai laga.
“Saya juga ingat laga lawan Uzbekistan di babak perempat final. Itu juga salah satu momen sulit tim kami. Saat itu, saya melihat para pemain saya tidak memiliki hasrat untuk memenangi laga. Cukup sulit bagi saya untuk mengembalikan semangat para pemain sehingga sulit bagi kami mengalahkan Uzbekistan” tambahnya.
Selain mengingat momen sulit, Kim juga mengingat salah satu momen harunya ketika di ajang Asian Games 2018 ini. Momen tersebut hadir saat ia tiba-tiba menangis selepas laga perempat final melawan Uzbekistan, Dia mengaku, mengingat orang-orang terdekatnya saat itu.
ADVERTISEMENT
Kalahkan Jepang, Korsel rengkuh medali emas. (Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha)
"Setelah perempat final, para pemain kami bermain baik dan sukses melalui pertandingan sulit tersebut dengan baik. Melihat perjuangan para pemain itu, saya pun tidak tahan untuk menangis. Saat itu, saya teringat istri saya dan juga anak-anak saya," ujarnya.
Setelah mengalami masa sulit dan haru di Asian Games 2018, Korea Selatan mulai bersiap untuk ajang yang lebih besar. Selaku pelatih, Kim mengaku dia mendapat banyak pengalaman lewat ajang Asian Games 2018 ini. Bekal sekarang sudah dia miliki untuk menapak ke turnamen-turnamen selanjutnya.
"Sekarang, saya tahu apa yang harus saya lakukan ke depannya. Setelah turnamen ini, saya akan segera mempersiapkan diri untuk Olimpiade mendatang di Jepang," ungkap Kim.
"(Untuk skuat) hal ini sedikit berbeda dari empat tahun lalu. Para pemain kami saat ini lebih muda, jadi mereka punya banyak potensi. Mari kita lihat seperti apa mereka akan berkembang, dan saya akan memantau para pemain saya dari belakang," ujarnya menambahkan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan