Kumparan Logo

Di Balik Kelahiran Kembali Jordi Alba

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jordi Alba saat menghadapi Valencia. (Foto: AFP/Jose Jordan)
zoom-in-whitePerbesar
Jordi Alba saat menghadapi Valencia. (Foto: AFP/Jose Jordan)

Belum terlalu lama sejak Jordi Alba merasa bahwa dirinya tak lagi memiliki tempat di Barcelona. Ketika itu, Blaugrana baru saja disikat Paris Saint-Germain empat gol tanpa balas pada perdelapan final Liga Champions musim 2016/17 dan meskipun seluruh para pemain Barcelona tampil buruk di laga tersebut, pada laga berikutnya hanya Alba-lah yang tidak disertakan.

Luis Enrique, pelatih Barcelona saat itu, memang kemudian membuat sebuah perubahan. Awalnya, mereka menggunakan pakem 4-3-3 sebagai andalan, tetapi selepas kekalahan dari PSG itu, Enrique mencoba formasi baru, 3-4-3, dan di situ, Alba menjadi korban. Pemain 28 tahun ini pun kemudian mencurahkan isi hatinya.

Persis pada hari ulang tahunnya, Alba berbicara panjang lebar kepada jaringan Movistar+. Ketika itu, dirinya mengatakan bahwa di Barcelona, dia tidak mendapat kepercayaan sebagaimana Julen Lopetegui mempercayainya di Tim Nasional Spanyol. Sontak, saat itu pula rumor kepindahan mantan pemain Valencia ini beredar luas.

Pada akhirnya, Alba memang tidak pernah pergi dari Barcelona. Sebaliknya, Enrique-lah yang kemudian angkat kaki dan akhirnya, di bawah pimpinan entrenador anyar, Ernesto Valverde, Alba berhasil menemukan kembali permainan terbaiknya.

Di bawah asuhan Valverde, Jordi Alba sudah menjalani 18 pertandingan, entah itu di La Liga maupun Liga Champions. Dari sana, satu gol dan lima assist sudah berhasil dikemasnya. Ini tentunya jauh lebih baik ketimbang kiprahnya pada musim lalu di mana "hanya" satu gol dan enam assist yang berhasil dicatatkannya dalam satu musim kompetisi.

Kebangkitan kembali seorang Jordi Alba ini pun sebenarnya sama sekali tidak mengejutkan. Pasalnya, sudah sejak jauh-jauh hari dia menyebutkan bahwa kini, dia bisa bermain lebih nyaman di Barcelona. Akan tetapi, menurut sang bek kiri, bukan cuma Valverde yang jadi penyebab di balik penampilan menawannya itu. Menurutnya, kepergian Neymar ke Paris Saint-Germain juga menjadi faktor penting di balik kebangkitannya ini.

Tanpa Neymar, Valverde memang terpaksa harus berhenti memainkan formasi tiga penyerang seperti yang sebelum-sebelumnya biasa digunakan Barcelona. Well, bukan kepergian Neymar saja sebetulnya yang menjadi sebab di balik pergantian formasi ini, tetapi juga karena pemain yang didapuk menjadi suksesor megabintang asal Brasil itu, Ousmane Dembele, harus mengalami cedera parah setelah hanya tiga kali membela Blaugrana.

Sejak itu, Valverde mengubah formasinya menjadi 4-4-2 berlian di mana para gelandang yang diturunkan Valverde kesemuanya adalah gelandang tengah: Andres Iniesta, Ivan Rakitic, Sergio Busquets, dan Paulinho. Di sini, Valverde memang terlihat masih memusatkan serangannya dari tengah. Akan tetapi, bukan berarti sisi sayap kemudian terlupakan.

Nah, tanpa keberadaan pemain sayap murni inilah peran Jordi Alba (serta Nelson Semedo atau Sergi Roberto di kanan) justru menjadi lebih optimal. Pasalnya, di sini mereka dibebani tanggung jawab lebih. Selain bertahan yang tentunya sudah menjadi tugas otomatis mereka sebagai bek, para bek sayap Barcelona ini juga dituntut untuk lebih aktif lagi dalam menyerang.

Jordi Alba sendiri, untuk urusan menyerang, memang sudah tak perlu diragukan lagi kemampuannya. Ketika masih remaja dulu, dia adalah salah satu penyerang milik La Masia, meski kemudian, dia dikonversi menjadi seorang bek kiri tatkala berseragam Valencia.

Mesranya Lionel Messi dan Jordi Alba. (Foto: AFP/Lluis Gene)
zoom-in-whitePerbesar
Mesranya Lionel Messi dan Jordi Alba. (Foto: AFP/Lluis Gene)

Namun, kemampuan ofensif itu tak pernah benar-benar hilang dan itulah mengapa, meski berposisi sebagai bek, Alba sejatinya adalah outlet serangan yang amat berharga, tak cuma bagi Barcelona, tetapi juga untuk negaranya. Tanpa Neymar yang dulu juga mengokupasi sisi kiri, Alba pun jadi makin leluasa dalam bergerak, juga dalam berkreasi.

Adapun, yang benar-benar spesial dari Alba musim ini adalah kolaborasi manisnya dengan Lionel Messi. Empat dari lima assist yang dikemas Alba itu diberikannya untuk La Pulga. Kemudian, satu gol yang dicetaknya itu juga berasal dari sebuah umpan manis dari Messi. Di Barcelona, siapa pun yang bisa menyenangkan Messi sudah pasti akan merasakan kenikmatan tersendiri.

Valverde sendiri pun menyadari betul adanya koneksi ini. Usai laga menghadapi Villarreal, mantan pelatih Athletic Club ini berujar bahwa pergerakan tanpa bola Alba adalah kunci dari penampilan apiknya. Selain itu, Valverde juga mengatakan bahwa Alba sangat memahami apa yang dimaui Messi dan selama koneksi itu terjaga, itu bakal menjadi jaminan tersendiri bagi permainan Barcelona.

Pada Sabtu (23/12/2017) malam WIB mendatang, koneksi Messi-Alba ini akan mendapat ujian berat bernama Real Madrid. Sejauh ini, El Real memang belum mampu tampil seoptimal musim lalu. Akan tetapi, laga menghadapi Barcelona tentunya bakal diperlakukan berbeda oleh mereka.

Sejauh ini, kolaborasi Messi-Alba ini baru benar-benar berbuah konkret pada satu laga besar, yakni saat Barcelona menahan imbang Valencia. Selebihnya, pada laga menghadapi Atletico Madrid di La Liga dan Juventus di Liga Champions, tidak ada gol yang dihasilkan kolaborasi ini. Namun, mengingat Messi selalu tampil berapi-api tiap kali bersua Real Madrid, kemungkinan kolaborasi ini menjadi kunci kemenangan Barcelona jelas akan terbuka lebar.