Di Balik Pencoretan Isco dari Daftar Skuat Real Madrid

Semakin buram saja masa depan Francisco Roman Alarcon Suarez alias Isco bersama Real Madrid. Terakhir, gelandang 26 tahun ini tak masuk skuat untuk pertandingan melawan Atletico Madrid di Stadion Wanda Metropolitano, Sabtu (9/2/2019) malam WIB.
Isco sebetulnya merupakan salah satu sosok kunci pada era kepelatihan Zinedine Zidane. Salah satu bukti bisa dilihat dari catatan 49 penampilan berhasikan 9 gol dan 10 assist saat Los Blancos mengarungi musim 2017/18.
Semua berubah sejak Solari mengambil alih jabatan pelatih dari Julen Lopetegui pada pertengahan paruh pertama musim ini. Jangankan untuk berkontribusi via gol atau assist, merebut satu pos di tim inti saja sangat sulit untuk Isco. Ya, tak satu laga pun dijalaninya sejak menit awal pada rezim Solari.
Peran yang tergerus lantas melahirkan ketidakpuasan bagi Isco. Bahkan, dia sempat mengekspresikannya lewat kicauan di akun Twitter pribadinya. "Ketika Anda tidak mendapatkan kesempatan yang sama dengan rekan-rekan setim, semua bisa berubah. Namun, saya tetap berusaha keras dan menunggu kesempatan itu datang," tulis dia.
Kicauan itu ternyata memperburuk situasi. Saat ditanya apakah terganggu dengan kata-kata Isco dalam jumpa pers pra-laga kontra Atletico, Solari kemudian menjawab singkat, "Iya."
Hingga akhirnya, tak ada nama Isco dalam daftar 20 nama pemain Madrid untuk lawatan ke Wanda Metropolitano. Solari lebih memilih Federico Valverde yang baru menjalani penampilan berdurasi 161 menit pada La Liga musim ini.
Menyoal ketidakhadiran Isco, Solari memilih jawaban diplomatis. Dia menyebut performa dalam sesi latihan sebagai alasan di balik pencoretan nama Isco.
"Seorang pesepak bola profesional harus bertanggung jawab dengan berlatih 100 persen agar siap bermain. Tim ini dalam performa bagus. Semua pemain bekerja dengan baik di setiap sesi latihan untuk mengedepankan kepentingan tim," kata Solari.
Untung buat Solari, keputusannya didukung oleh fakta historis yang menunjukkan bahwa Isco tak bagus-bagus amat khusus duel melawan Atletico. Dari 17 kesempatan, dia cuma mencetak satu gol. Madrid bahkan cuma meraih tujuh kemenangan dan menelan 10 kekalahan dalam kurun tersebut. Jadi, Sergio Ramos dan kawan-kawan tidak merasakan kehilangan begitu besar.
Dampaknya mungkin baru terasa pada musim panas 2019. Jika memilih Solari untuk terus menukangi Madrid, manajemen klub mungkin harus merelakan Isco untuk hengkang demi kesempatan bermain.
