Kumparan Logo

Diego Maradona Berharap 'Tangan Tuhan' Akhiri Pandemi Virus Corona

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Diego Maradona (kostum biru) di Piala Dunia 1986. Foto: STAFF / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Diego Maradona (kostum biru) di Piala Dunia 1986. Foto: STAFF / AFP

Sudah dua kali Diego Maradona mendapatkan bantuan tangan Tuhan.

Namun, itu belum cukup. Kali ini Maradona meminta agar tangan Tuhan mengakhiri pandemi COVID-19 yang melanda dunia.

Bantuan ajaib itu pertama kali datang saat Maradona membela Timnas Argentina di laga melawan Timnas Inggris. Perempat final Piala Dunia 1986 adalah panggungnya.

Memasuki menit 50-an, Maradona paham bahwa ia tak akan bisa memenangi duel melawan kiper Inggris, Peter Shilton. Tingginya yang tak sampai 170 sentimeter adalah penyebabnya.

embed from external kumparan

Maradona lantas bersiasat. Ia menggunakan tangannya untuk menyontek bola. Manuver ini berhasil. Bola masuk ke gawang dan membuka keunggulan buat Argentina.

Orang-orang menyebut gol itu sebagai gol bajingan. Maradona menyebutnya sebagai gol tangan Tuhan.

Well, tangan Maradona, lebih tepatnya. Mungkin Tuhan membuat wasit Ali Bin Nasser dan hakim garis Bogdan Dochev luput melihat aksi ilegal Maradona.

video youtube embed

Tangan Tuhan menolong Maradona untuk kedua kalinya dengan meloloskan tim asuhannya, Gimnasia, dari jerat degradasi.

Gimnasia semestinya turun kasta dari Superliga Argentina—level tertinggi Liga Argentina—setelah 2019/20 berakhir. Namun, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) meniadakan degradasi pada 2019/20 dan 2020/21.

Keputusan itu disampaikan berbarengan dengan penghentian aktivitas sepak bola Argentina akibat mewabahnya virus corona.

Gimnasia tak berada di papan bawah. Sampai Superliga ditangguhkan pada 17 Maret, mereka duduk di peringkat 19 dari total 24 klub.

Diego Maradona di bangku cadangan Gimnasia La Plata. Foto: ALEJANDRO PAGNI / AFP

Meski demikian, ancaman menjadi nyata karena degradasi di Liga Argentina ditentukan lewat rerata poin selama tiga musim terakhir. Menggunakan perhitungan seperti itu, Gimnasia berada di peringkat buncit.

Maradona baru menangani Gimnasia pada September 2019. Legenda Napoli ini membawa timnya mengumpulkan 22 poin dalam 18 laga dan naik ke peringkat 19.

Sayangnya, usaha Maradona belum cukup sampai akhirnya tangan Tuhan membantu.

"Do your best, let the hand of God do the rest," barangkali kalimat ini berulang kali dikatakan Maradona kepada dirinya sendiri.

Diego Maradona (kiri) saat berkostum FC Barcelona. Foto: AFP/JOEL ROBINE

Maradona belum berhenti berharap. Ia ingin keajaiban yang sama, keajaiban yang menyelamatkan timnya dari degradasi, menolong semua umat manusia dengan menghapus pandemi virus corona.

"Banyak orang berkata bahwa kelolosan Gimnasia dari degradasi merupakan tangan Tuhan versi terbaru. Namun, kalau boleh meminta, saya ingin tangan Tuhan mengakhiri pandemi virus corona supaya semua orang bisa hidup bahagia lagi,” kata Maradona, dikutip dari ESPN.

Maradona cukup berkontribusi dalam perang melawan virus corona. Jersinya dilelang oleh badan amal milik dua legenda sepak bola Italia, Ciro Ferrara dan Fabio Cannavaro.

kumparan post embed

Hasil lelang jersi Maradona yang mencapai 55 ribu euro digunakan untuk membantu warga Italia yang dihantam krisis akibat pandemi. Ia secara sukarela juga meminta manajemen Gimnasia memotong gajinya demi mengurangi beban finansial klub.

Namun, seperti sebelum-sebelumnya, Maradona paham bahwa usahanya tak cukup. Maradona butuh bantuan tangan Tuhan sekali lagi.

====

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!