Diego Maradona Dimakamkan Tanpa Jantung, Ini Alasannya
·waktu baca 2 menit

Setahun sudah Diego Maradona tutup usia. Legenda sepak bola Argentina ini meninggal di usianya yang ke-60 tahun lantaran mengalami serangan jantung. Kendati telah tiada, terkuak kabar mencengangkan seputar kematiannya, yakni Maradona dikubur tanpa jantungnya.
Diwartakan Insider, Nelson Castro yang merupakan seorang dokter dan jurnalis mengeklaim bahwa sebelum dimakamkan, jantung Maradona diangkat pihak berwenang.
Hal tersebut dilakukan bukan tanpa sebab. Pasalnya, terkuak bahwa sekelompok penggemar dari klub Gimnasia berniat mencuri jantung pria yang melekat dengan sebutan ‘Tangan Tuhan’.
“Ada sekelompok penggemar yang berencana untuk mencuri dan mengangkat jantungnya," ucap Castro kepada stasiun televisi Argentina, El Trece.
Gimnasia sendiri bukanlah klub yang asing bagi Maradona. Ia sempat menukangi klub asal kota La Plata, Argentina tersebut pada September 2019 hingga ajal menjemputnya.
"Terdeteksi bahwa [rencana pencurian] ini akan terjadi sehingga jantungnya diangkat," ujar Castro.
"Itu tidak pernah terjadi karena itu adalah tindakan yang sangat berani, tetapi terdeteksi bahwa itu akan terjadi, jadi mereka mengangkat jantungnya," lanjut pria berusia 66 tahun tersebut.
Bahkan, diwartakan Marca, polisi sampai terkejut mengetahui rencana pencurian tersebut. Sebab, para pelaku telah memutuskan di mana mereka harus memasuki makam dan bagaimana cara keluar tanpa tertangkap.
Terlepas kontroversi tersebut, Castro menambahkan bahwa pengangkatan jantung Diego Maradona diperlukan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang penyebab kematian sang legenda.
