Kumparan Logo

Dilema Paulo Dybala Setelah Gian Piero Gasperini Melarang Terbang ke Argentina

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paulo Dybala, pemain Juventus.
zoom-in-whitePerbesar
Paulo Dybala, pemain Juventus.

Pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini melarang Paulo Dybala memenuhi undangan laga perpisahan Lionel Messi di Buenos Aires pada pekan ini.

Keputusan tegas sang juru taktik memicu dilema besar bagi penyerang Argentina tersebut yang harus memilih antara loyalitas kepada negara atau komitmen profesionalnya bersama klub. Dybala menghadapi situasi sulit karena laga seremonial ini berpotensi mengganggu persiapan krusial Giallorossi di kompetisi domestik maupun Eropa.

Penolakan Keras dari Sang Juru Taktik

Gasperini dilaporkan menolak memberikan izin kepada Dybala dan bek kanan Nahuel Molina untuk terbang ke Argentina guna menghadiri laga penghormatan tersebut. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) sebelumnya telah mengundang seluruh anggota skuad juara Piala Dunia 2022 sebagai tamu kehormatan di Estadio Monumental untuk laga kontra Benin pada 6 Oktober mendatang.

Namun, pihak klub merasa keberatan jika dua pilar penting mereka harus menempuh perjalanan udara lintas benua selama 14 jam. Gasperini tidak ingin anak asuhnya kehilangan waktu berharga dan melewatkan tiga sesi latihan penting di tengah jeda internasional yang sangat padat ini.

Prioritas Kebugaran di Tengah Jadwal Padat

Media terkemuka Italia La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa manajemen klub ibu kota lebih memprioritaskan kebugaran skuad demi mempertahankan posisi puncak di panggung Serie A. Mereka menganggap melepaskan pemain hanya untuk duduk di tribune penonton adalah keputusan yang kurang bijak saat ini.

“Manajer sangat fokus pada laga tandang ke Como dan tidak ingin sang pemain melewatkan tiga hari latihan dengan dua penerbangan lintas benua,” tulis laporan La Gazzetta dello Sport.

Di sisi lain, media tersebut juga menggarisbawahi beban emosional yang kini dipikul oleh Dybala. “Sangat sulit untuk berkata tidak kepada Leo Messi, terutama ketika undangan tersebut adalah untuk perayaan perpisahan yang akan membuat seluruh Argentina, dan bahkan dunia, terhenti selama beberapa jam. Terlebih lagi, Paulo Dybala akan sangat benci jika harus melewatkan pertandingan terakhir La Pulga dalam balutan seragam Albiceleste. Namun, sama sulitnya untuk mengabaikan veto Gasperini mengenai perjalanan lintas benua hanya lima hari sebelum laga Como melawan Roma dan seminggu sebelum duel Liga Champions melawan Real Madrid,” tambah laporan tersebut.

Fokus Menjaga Puncak Klasemen

Meskipun telah mengoleksi 40 penampilan bersama tim nasional dan bermain sebanyak 18 kali berdampingan dengan Messi, Dybala sendiri belum mendapatkan panggilan lagi dari pelatih Lionel Scaloni sejak September 2024. Saat rekan setimnya seperti Matias Soule berangkat menjalankan tugas negara, penyerang berusia 32 tahun itu tetap tinggal di Roma setelah mengemas empat assist dari lima penampilan musim ini.

Demi menyelesaikan ketegangan ini, Gasperini berencana melakukan pembicaraan langsung secara personal dengan sang pemain dalam sesi latihan hari Selasa. Saat ini, klub asuhan Gasperini tengah memimpin klasemen sementara liga dengan perolehan 13 poin dari lima laga, unggul selisih gol dari rival terdekat mereka, Inter Milan dan Lazio. Mereka dituntut mempertahankan konsentrasi penuh sebelum menghadapi tantangan berat dari Como asuhan Nico Paz pada 11 Oktober, disusul duel akbar kontra raksasa Spanyol, Real Madrid.