Direktur Sepak Bola Ajax Marc Overmars Mendadak Letakkan Jabatan
·waktu baca 3 menit

Marc Overmars mendadak harus meletakkan jabatannya di Ajax Amsterdam. Perilaku terhadap kolega perempuan jadi pemicunya.
Keputusan harus meletakkan jabatan sebagai Direktur Sepak Bola Ajax tersebut diambil beberapa hari terakhir bersama Raad van Commissarissen/RvC (Dewan Komisaris) dan Direktur Utama Edwin van der Sar.
Apa yang sebenarnya terjadi? Marc Overmars selama ini dalam rentang waktu yang panjang telah mengirim pesan-pesan yang melampaui batas kepada kolega-kolega perempuan, demikian keterangan resmi Ajax di website-nya. Overmars sendiri mengaku merasa sangat malu.
“Pekan lalu saya dihadapkan pada laporan-laporan mengenai perilaku saya dan bagaimana hal ini diterima orang lain. Sayangnya saya kurang menyadarinya dengan baik bahwa dengan hal seperti itu saya telah melampaui batas, tapi sekarang ini bagi saya menjadi jelas. Oleh karena itu saya tiba-tiba merasakan tekanan yang luar biasa,” ujar Overmars seperti dikutip kumparan dari Telesport, Minggu malam atau Senin (7/2) pagi WIB.
“Saya minta maaf. Pastinya untuk seseorang dengan kedudukan seperti saya perilaku seperti ini tak bisa dibenarkan. Hal inipun kini telah saya sadari, namun terlambat. Saya tidak melihat opsi lain selain meletakkan jabatan di Ajax. Hal ini juga berdampak besar pada situasi pribadi saya. Oleh sebab itu saya mohon siapa saja kiranya membiarkan saya dan keluarga saya tidak diganggu,” imbuh Overmars.
Overmars menjadi Direktur Sepak Bola di Ajax sejak musim panas 2012. Di bawah tangan dingin Overmars, Ajax berhasil membukukan keuntungan € 300 juta dari pasar transfer dan Ajax juga sukses merapat ke barisan elite klub Eropa. Overmars baru saja memperpanjang kontraknya di Ajax sampai medio 2026. Dalam mengantarkan sukses Ajax, Overmars berkolaborasi dengan pelatih Erik ten Hag, yang atas rekomendasinya ditarik dari FC Utrecht ke Amsterdam.
“Saya kira situasinya sangat menyedihkan bagi semua pihak,” ujar Direktur Utama Ajax Edwin van der Sar melalui siaran pers menanggapi perkembangan tak terduga dalam klub yang dipimpinnya.
“Dari posisi saya, saya merasa ikut bertanggung jawab untuk membantu kolega. Suatu iklim kerja yang aman adalah sangat penting bagi siapa pun di Ajax. Kita akan memberi perhatian lebih banyak lagi dalam hal tersebut di waktu mendatang. Marc dan saya telah bermain bersama sejak tahun 1990-an, mula-mula di Ajax, kemudian di timnas Oranye dan kami berdua saat ini telah hampir 10 tahun kolega direksi di Ajax. Itu semua kini berakhir secara tiba-tiba. Kami di sini sedang sibuk membangun sesuai yang indah, jadi bagi siapa pun pecinta Ajax kabar ini juga akan sangat mengejutkan. Namun ambisi kami akan tetap tegak berdiri,” demikian Van der Sar.
Sementara itu Presiden Komisaris Ajax Leen Meijaard mengatakan bahwa ini merupakan situasi yang sangat dramatis bagi siapa pun yang terlibat.
“Ini sangat berdampak bagi para perempuan yang terkait dengan perilaku tersebut. Ketika kami menangkap suara-suara soal itu kami segera bertindak, dengan menimbang-nimbang sangat hati-hati apa yang terbaik untuk dilakukan. Semuanya setelah berkonsultasi dengan Direktur Utama Van der Sar dan dibantu oleh ahli dari luar,” terang Meijaard.
Menurut Meijaard, Marc Overmars mungkin Direktur Sepak Bola terbaik yang pernah dimiliki Ajax Amsterdam.
“Kami bukan tanpa alasan memperbaiki dan memperpanjang kontraknya. Tapi sayang dia sungguh telah melampaui batas, jadi melanjutkan sebagai direktur bukan opsi, dan dia sendiri menyadari hal itu. Ini sangat menyakitkan bagi siapa pun. Saya ingin menyampaikan harapan agar semua pihak diberi ketenangan dan privasi untuk mengendapkan masalah ini,” demikian Meijaard.
