Kumparan Logo

Drama 3 Menit Porto vs Leverkusen: Gol Dianulir, Penalti & Gagal Eksekusi

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gelandang Leverkusen Jerman Nadiem Amiri (kiri) bersaing dengan gelandang FC Porto Kolombia Mateus Uribe selama pertandingan sepak bola grup B putaran pertama Liga Champions hari 3 antara FC Porto dan Bayer Leverkusen di stadion Dragao di Porto. Foto: Miguel Riopa/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Gelandang Leverkusen Jerman Nadiem Amiri (kiri) bersaing dengan gelandang FC Porto Kolombia Mateus Uribe selama pertandingan sepak bola grup B putaran pertama Liga Champions hari 3 antara FC Porto dan Bayer Leverkusen di stadion Dragao di Porto. Foto: Miguel Riopa/AFP

FC Porto mengalahkan Bayer Leverkusen di matchday ketiga Grup B Liga Champions 2022/23, Rabu (5/10). Duel di Stadion Dragao tersebut sempat diwarnai drama.

Jadi, Mehdi Tameri membuka keunggulan Porto pada menit ke-42 memanfaatkan serangan balik. Akan tetapi, gol tersebut kemudian dianulir oleh wasit.

Alasan gol dianulir adalah adanya indikasi handball saat Leverkusen melakukan serangan sebelum counter attack yang dilancarkan Porto. Usai mengecek video assistant referee (VAR), gol pun dianulir dan Leverkusen mendapatkan penalti.

Patrik Schick maju sebagai algojo tendangan penalti pada menit ke-45. Sayangnya, ia gagal mengeksekusi dan pertandingan pun bertahan 0-0 hingga turun minum.

Sejatinya, drama sudah terjadi pada menit ke-18 di mana Callum Hudson-Odoi mencetak gol bagi Leverkusen. Namun demikian, gol itu dianulir karena ada pelanggaran dalam proses build-up.

Prosesnya Robert Andrich melanggar Pepe dan kemudian membangun serangan. Ia lalu memberi umpan silang yang diselesaikan oleh Hudson-Odoi.

embed from external kumparan

Zaidu Sanusi dan Galeno menyumbang satu gol pada menit ke69 dan 86 untuk kemenangan Porto. Sementara itu, Leverkusen harus bermain dengan 10 orang usai Jerome Frimpong dikartu merah di menit 88.

Porto dan Leverkusen sama-sama memiliki 3 poin usai laga tersebut. Namun, tim yang disebut pertama berhak ada di peringkat yang lebih tinggi, peringkat kedua, karena agresivitas gol yang lebih baik.