Drama Park Chu-young: Diperebutkan Arsenal-Lille hingga Kabur dari Wajib Militer
·waktu baca 4 menit

Park Chu-young bukanlah nama asing bagi publik Korea Selatan. Pasalnya, ia telah miliki 68 caps bersama Timnas Korsel. Namun, ada beberapa 'drama' dalam karier pemain 36 tahun tersebut.
Pria kelahiran Daegu, Korea Selatan itu mengawali karier profesionalnya bersama FC Seoul di K-League. Sementara kiprah eropa pertamanya terjadi kala bergabung dengan AS Monaco pada September 2008.
Merantau ke negeri orang, Park berhasil membukukan 26 gol dan 14 assist dalam 103 penampilan bersama AS Monaco di lintas ajang. Sampai akhirnya ia harus pindah usai timnya itu terdegradasi ke kasta kedua Liga Prancis pada musim 2010/11.
Berpisah dengan AS Monaco, Park jadi incaran beberapa klub. Bahkan, dirinya menjadi rebutan Arsenal dan Lille OSC. Dari sinilah drama dimulai.
Menurut laporan Goal International, pada awalnya, Park Chu-young akan menjalani tes medis bersama Lille OSC. Ia menginap di salah satu hotel yang telah disediakan oleh pihak klub. Namun, tiba-tiba Park menghilang begitu saja.
"Manajer Arsene Wenger telah melakukan kudeta, mencuri Park dari tim Ligue 1, Lille, setelah penyerang itu [Park] berjalan keluar dari kamar hotel," tulis laporan tersebut.
"Pejabat Lille menemukan bahwa kamar hotelnya [Park] kosong dan karena tidak diberi tahu ke mana dia pergi, mereka melacaknya tengah berada di terminal Eurostar, di mana Park memberi tahu mereka [Lille] bahwa dia akan menuju Inggris untuk bergabung dengan Arsenal," tambah laporan tadi.
Setelah resmi bergabung dengan Arsenal pada 2011, Park mendapat kehormatan dengan menerima nomor spesial yang biasanya digunakan para striker hebat, yaitu nomor punggung 9.
Pemain kelahiran 1985 itu bergabung dengan Arsenal dari AS Monaco tepat menjelang akhir jendela transfer musim panas 2011. Ia dibeli dengan mahar 3 juta poundsterling (sekitar Rp 59,7 miliar dengan kurs saat ini).
Kepindahannya ke Arsenal itu disambut baik di kampung halamannya, Korea Selatan. Ia juga mendapat dukungan dari manajer Timnas Korsel saat itu, Cho Kwang-rae.
"Dia [Park] akan memainkan banyak pertandingan di Liga Premier, dia akan tumbuh menjadi pemain yang lebih baik. Ini mungkin berguna untuk tim nasional," kata Cho Kwang-rae.
Namun, kepindahan Park tak seperti yang diharapkan. Meskipun ia mencetak gol kemenangan 2-1 di Piala Liga 2011 atas Bolton Wanderers, debutnya di Liga Champions pada November 2011 terbukti menjadi bencana.
Park tampak kehilangan kecepatan dalam laga melawan Marseille yang berakhir imbang tanpa gol itu. Ia juga ditarik keluar setelah bermain 62 menit.
"Dia [Park] melakukannya dengan sangat baik minggu lalu. Malam ini Anda dapat melihat bahwa dia sedikit kurang dalam kecepatan permainan karena dia belum memainkan cukup banyak permainan,” ucap Wenger usai pertandingan tersebut.
Pada musim 2011/12, ia hanya tampil enam kali, dengan satu penampilan liga yang akhirnya menjadi satu-satunya penampilan Park Chu-young di Liga Inggris bersama Arsenal.
Tak mendapat menit bermain di Arsenal, Park juga tersandung perkara wajib militer di negaranya. Anehnya, dia malah 'kabur' dari kewajibannya tersebut.
Park berhasil mengelak dari tugas wajib militer itu setelah memperoleh visa tinggal di Monaco yang ia dapat setelah 10 tahun tinggal di sana.
Namun, itu sama sekali tidak membantu kariernya di Arsenal. Bahkan membuatnya juga diasingkan oleh para penggemar di Korsel yang menuduhnya tidak patriotik. Park lantas meminta maaf atas keputusannya itu.
Park kemudian berubah menjadi orang yang terlupakan. Terlebih ketika rekrutan baru Arsenal, Lukas Podolski, diberi nomor punggung 9 dan Park mendapat nomor 30 sebagai gantinya.
Ia pun dipinjamkan ke Celta Vigo untuk bermain di Liga Spanyol. Di sana, Park hanya mengoleksi 4 gol dari 25 penampilan. Dia kembali ke Emirates Stadium pada Oktober 2013.
Saat kembali, Park membuat penampilan sebagai pemain pengganti pada menit ke-81, menggantikan Aaron Ramsey di Piala Liga melawan Chelsea.
Arsenal kalah 2-0 dalam pertandingan itu, dan sembilan menit itu mewakili satu-satunya aksi terakhir Park bersama Arsenal. Dia tidak pernah bermain untuk klub lagi.
Sempat dipinjamkan ke Watford pada 2014 dan hanya menjalani 2 pertandingan saja, Park Chu-young dibebaskan oleh Arsenal di tahun yang sama.
Saat itu juga menjadi penutup karier Park di panggung Eropa. Musim berikutnya ia bergabung dengan klub Arab Saudi, Al-Shabab, sebelum akhirnya kembali ke FC Seoul di tanah kelahirannya.
