Eks Bek Chelsea Sebut Ronaldo Bukan Lawan Terberat, Larinya Lambat
·waktu baca 3 menit

Cristiano Ronaldo menjadi momok bagi banyak bek di dunia. Namun, bagi eks bek Chelsea dan Man City, Wayne Bridge, CR7 bukanlah lawan paling menakutkan.
Ronaldo pertama membela MU pada periode 2003-2009. Bridge memperkuat Chelsea selama 2003-2009, tetapi sempat dipinjamkan ke Fulham pada 2006. Pada 2009, Bridge hengkang ke Man City dan Ronaldo hijrah ke Real Madrid.
Apa yang membuat Bridge berpikir bahwa Ronaldo bukan lawan terkuat yang pernah dihadapinya? Pria Inggris ini memiliki alasan tersendiri.
“Cristiano Ronaldo itu jelas [hebat], tetapi saya tidak bermain melawan dia di puncaknya, tetapi dia sangat cepat dan kuat,” kata Bridge kepada bettingexpert, dikutip dari Sport Bible.
“Saya tidak keberatan bermain melawan Ronaldo. Dia tidak secepat saya selama beberapa yard pertama, saya selalu merasa bahwa saya bisa bertahan melawannya dan saya selalu merasa saya baik-baik saja saat melawannya," tambahnya.
Ujaran itu menandakan bahwa Wayne Bridge punya interpretasi tersendiri soal puncak performa Cristiano Ronaldo. Mungkin, ia tak menganggap puncak performa Ronaldo adalah saat membela MU.
Padahal, CR7 sudah mengerikan sejak di MU. Musim terbaiknya adalah 2007/08, ketika ia mencetak 31 gol dari 34 laga Liga Inggris. Namun memang, rekor golnya di Real Madrid lebih menakjubkan karena tak pernah mencetak kurang dari 25 gol per musimnya di Liga Spanyol.
Fakta lainnya, Ronaldo hanya bisa mencetak satu gol ke gawang Chelsea dari 15 pertemuan lintas ajang. Itu terjadi di final Liga Champions 2007/08, tetapi Bridge tak ada di skuad The Blues pada laga final di Moskow, Rusia, itu.
Walau berkata bahwa Ronaldo bukan lawan terberatnya, Bridge mengakui bahwa mengawal Ronaldo itu merepotkan. Sebab, teknik megabintang Portugal itulah yang sering bikin dirinya kesulitan.
“Anda selalu harus waspada. Dia menyukai gocekan dan sangat terampil dan kadang-kadang bisa membuat Anda terlihat bodoh. Itu selalu di belakang pikiran saya bahwa dia akan mencoba me-nutmeg saya atau memelintir saya sekitar empat kali sampai saya jatuh," jelasnya.
Kalau bukan Cristiano Ronaldo, lantas siapa lawan terberat menurut Bridge? Ia menyebut nama Shaun Wright-Phillips (eks Chelsea dan Man City), Aaron Lennon (eks Spurs), Kieron Dyer (eks Newcastle), Joe Cole (eks Chelsea), dan Riyad Mahrez (kini membela City).
“Ada dua pemain yang sangat menonjol: Shaun Wright-Phillips dan Aaron Lennon. Mereka sangat kecil, jadi [mereka] memiliki pusat gravitasi rendah sehingga mereka sangat cepat lebih dari lima yard. Anda selalu harus tetap aktif dan mencoba dan memprediksi ke mana mereka pergi karena selalu ada pertempuran dengan keduanya,” kenangnya.
“Saya juga selalu bertarung hebat dengan Kieron Dyer. Ketika saya bermain melawan Joe Cole, jika saya kurang dari 100 persen, saya akan tahu tentang itu karena dia dapat memutar dan mengubah Anda keluar."
“Pemain lain yang tangguh adalah Mahrez. Saya bermain melawan dia ketika saya masih di Reading dan itu menjelang akhir karier saya, saya memiliki banyak masalah lutut dan dia memutar saya di dalam dan luar, yang jelas saya menyalahkan lutut saya. Melihat pencapaiannya kini itu brilian,” tandasnya.
