Kumparan Logo

Eks Chelsea Kritik 2 Pemain The Blues Usai Keok dari Dinamo Zagreb

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Joe Cole merayakan gelar Premier League musim 2004/05 bersama Chelsea. Foto: Reuters/Ian Hodgson
zoom-in-whitePerbesar
Joe Cole merayakan gelar Premier League musim 2004/05 bersama Chelsea. Foto: Reuters/Ian Hodgson

Eks Chelsea, Joe Cole, menyoroti dua pemain usai The Blues menelan kekalahan 0-1 dari klub asal Kroasia, Dinamo Zagreb pada laga pembuka fase grup Liga Champions Grup E, Selasa (6/9) malam WIB. Dua pemain tersebut adalah Kalidou Koulibaly dan Hakim Ziyech.

Dua pemain Chelsea, Koulibaly dan Ziyech, mendapat kritikan dari Joe Cole. Menurutnya, Koulibaly berada di posisi yang salah selama proses gol Dinamo Zagreb yang dicetak Mislav Orsic pada menit ke-13.

"Para pemain di lini belakang harus mulai menyatu sesegera mungkin. Orang-orang akan melihat gol tersebut dan Kalidou Koulibaly berada di posisi yang salah. Untuk seorang bek berusia 31 tahun, ia harus segera bangkit," ujar Cole kepada BT Sport.

Pemain Chelsea Kalidou Koulibaly merayakan gol pertama mereka saat hadapi Tottenham Hotspur di Stamford Bridge, London, Inggris, Minggu (14/8/2022). Foto: David Klein/REUTERS

Sementara itu, Cole menyebut bahwa Ziyech belum membuktikan dirinya mengapa dia layak bermain reguler bagi The Blues. Menurutnya, potensi yang dimiliki pemain asal Maroko tersebut tidak cocok untuk Chelsea.

"Ziyech, dia punya banyak bakat, tapi untuk satu dan lain hal, itu tidak cocok untuknya di Chelsea. Dia tidak dalam kondisi terbaiknya. Dia berusaha keras dan berusaha membuat sesuatu terjadi, tetapi itu tidak terjadi padanya," lanjut Joe Cole.

"Ini malam yang buruk bagi klub. Ini kejutan besar," tutup pria yang merumput bersama Chelsea selama tujuh tahun (2003-2010).

Pemain Chelsea Hakim Ziyech berselebrasi usai mencetak gol pertama mereka ke gawang Crystal Palace di Selhurst Park, London, Inggris, Sabtu (19/2/2022). Foto: Action Images via Reuters/Andrew Boyers

Seusai pertandingan, pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, mengungkapkan kemarahannya atas penampilan yang ditunjukkan skuad asuhannya.

"Saya marah pada diri saya sendiri. Saya marah pada penampilan kami. Kami harus jauh lebih baik. Kami belum selesai, kami tidak bahagia tetapi saya pikir kami berada di jalan yang baik. Saya terkejut dengan penampilan ini," kata pelatih asal Jerman tersebut kepada BT Sport.

Tuchel juga mengungkapkan bahwa dia bertanggung jawab untuk menemukan alasan dan mencari solusi atas kekalahan tersebut.

"Ini adalah tanggung jawab saya untuk menemukan alasan dan mencari solusi. Saat ini, semuanya hilang, [ada] terlalu banyak untuk dianalisis. Saya adalah bagian darinya," lanjutnya.

Selebrasi pemain Dinamo Zagreb usai mengalahkan Chelsea saat pertandingan di Stadion Maksimir, Zagreb, Kroasia, Selasa (6/9/2022). Foto: Antonio Bronic/Reuters

The Blues musim ini memang terbilang masih inkonsisten. Di Liga Inggris, mereka tampil kurang mengesankan setelah mengalami dua kekalahan dalam enam pertandingan dan berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan raihan sepuluh poin.

Sementara, dengan kekalahan dari Dinamo Zagreb, Chelsea kini berada di peringkat paling buncit klasemen grup E Liga Champions 2022/2023.

Bagi Dinamo Zagreb, kemenangan atas Chelsea menjadi kemenangan keenam sepanjang sejarah keikutsertaan wakil Kroasia tersebut di Liga Champions.

Penulis: M. Fadhil Pramudya P.