Eks-Presiden Real Madrid: Gareth Bale Sudah Apes sejak Awal Datang ke Madrid

Eks-presiden Real Madrid, Ramon Calderon, menilai karier Gareth Bale di Real Madrid sudah apes sedari awal ia pindah.
Drama Bale, Zinedine Zidane, dan Real Madrid berlanjut saat juara Liga Spanyol itu berlaga di lanjutan babak 16 besar Liga Champions melawan Manchester City, Sabtu (8/8).
Apes yang dimaksud Calderon, tiada lain tiada bukan, adalah nilai transfer Bale yang lebih tinggi dari nilai saat Cristiano Ronaldo pindah ke Madrid.
Saat Bale pindah dari Tottenham Hotspur pada 2013, Madrid harus merogoh kocek 85 juta pounds. Sementara, saat Ronaldo pindah empat tahun sebelumnya, Madrid hanya mengeluarkan 80 juta poundsterling.
"Bale datang ke sini dengan satu kerugian: kami membayar dia lebih ketimbang kami membayar Cristiano Ronaldo," ujar Calderon kepada talkSPORT, Jumat (7/8).
"Orang jadi selalu membandingkan mereka berdua. Mereka berpikir bahwa Bale harus lebih baik dari Ronaldo dan harus mencetak lebih banyak gol, hanya karena dia lebih mahal," tambah Calderon.
Yang mana, tentu saja, tidak tepat. Sebab, setiap tahunnya, rerata nilai biaya transfer lebih sering naik ketimbang turun. Namun, Calderon mengakui, itu bukan jadi satu-satunya alasan mengapa nasib Gareth Bale berakhir seperti ini.
"Dia tidak tertarik mempelajari bahasa kami. Itu jadi sebuah masalah, sebab ia tak bisa dekat dengan para fans dan media. Sedikit demi sedikit, ia berubah introvert dan mereklusi diri dalam kehidupannya di Spanyol," ujar Calderon.
Sementara Zidane telah berkata bahwa Bale tidak ada dalam rencana masa depannya, tidak mudah pula buat Madrid menyingkirkan Bale. Gajinya monster, sebanyak 600 ribu poundsterling (Rp 11,5 miliar) per pekannya.
Bale sempat hampir dipinjam klub China, Jiangsu Suning, yang berani menawari Bale gaji satu juta poundsterling per pekan. Namun, Madrid yang awalnya tidak meminta bayaran malah putar balik di menit-menit terakhir. Jiangsu Suning mundur.
"Gajinya tinggi betul, sementara situasinya juga sulit membuat tim lain membelinya. Solusinya mungkin dipinjamkan, dengan Madrid membayar beberapa persen dari gajinya. Itu hampir terjadi dengan China musim lalu, tapi malah Madrid tiba-tiba minta bayaran.
"Tapi aku tak setuju Bale ke China. Pemain sekelas dia punya tempat yang lebih baik di liga top Eropa," tutup Calderon.
*** Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
