Kumparan Logo

El Clasico: Real Madrid Dinaungi Catatan Buruk

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Clement Lenglet mengawal pergerakan Karim Benzema di El Clasico. Foto: Reuters/Sergio Perez
zoom-in-whitePerbesar
Clement Lenglet mengawal pergerakan Karim Benzema di El Clasico. Foto: Reuters/Sergio Perez

Real Madrid dan Barcelona bakal bentrok pada Senin (2/3/2020) dini hari. Ini bakal jadi plot penting dalam perburuan gelar juara La Liga.

Perlu diingat, Barcelona sekarang bertengger di pucuk klasemen dengan 55 angka, berjarak 2 poin dari Madrid sebagai runner-up. So, siapa yang keluar sebagai pemenang, dia bakal meraih takhta puncak sementara.

Ini momen jarang, sih. Terakhir kali Barcelona dan Madrid berduel dengan selisih poin tipis di paruh kedua La Liga terjadi pada Maret 2015. Kala itu posisinya hampir sama --Barcelona unggul tipis satu angka atas Madrid di tabel klasemen.

Blaugrana yang jadi tuan rumah keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 via gol Jeremy Mathieu dan Luis Suarez. Kita tahu, Lionel Messi cs yang kemudian jadi juaranya. Tak cuma La Liga malah, tapi juga Copa del Rey dan Liga Champions.

Barcelona keluar sebagai pemenang di Bernabeu. Foto: Reuters/Susana Vera

Mundur lima musim ke belakang. El Clasico kala itu lebih menegangkan ketimbang sebelumnya karena kedua kubu mengumpulkan torehan poin yang sama. Meski di satu sisi, Madrid lebih diuntungkan karena tampil di kerumunan para pendukungnya.

Eh, tapi justru Barcelona yang tersenyum di akhir laga. Mereka menang dua gol tanpa balas lewat aksi Messi dan Pedro Rodriguez. Lagi-lagi, gelar juara La Liga jadi milik Barcelona. Total torehan poin mereka 99, atau 3 angka lebih banyak dari Madrid.

Namun, tentu saja bukan cuma Barcelona yang berkuasa. Madrid pernah mengalahkan rivalnya itu 3-0 pada paruh kedua La Liga musim 1999/2000. Sial bagi Madrid, trofi juara tak mengarah ke mereka. Adalah Deportivo La Coruna yang kala itu jadi rajanya.

Lha, Madrid? Cuma finis di peringkat kelima klasemen akhir. Barcelona masih lebih baik karena nangkring sebagai runner-up.

Sergio Ramos dalam hati, "Hello, darkness my old friend." Foto: REUTERS/Sergio Perez

Catatan buruk Madrid tak berhenti sampai di situ. Madrid selalu gagal menjadi juara La Liga saat El Clasico leg kedua digelar di Santiago Bernabeu --setidaknya dalam 17 musim terakhir.

Bukan tak mungkin Madrid bakal mengalami hal yang sama seperti yang sudah-sudah. Toh, performa mereka memang sedang anjlok karena gagal menang di tiga laga terakhir lintas ajang (sekali imbang dan dua kali kalah). Skenario terburuknya: Mereka kalah dan gagal menggamit titel La Liga 2019/20.