Kumparan Logo

Elkan Baggott Belum Siap Beberkan Alasan Absen 2 Tahun Bela Timnas

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hussein Ali dari Irak duel dengan Elkan Baggott dari Indonesia saat pertandingan Piala Asia AFC Grup D di Stadion Ahmad bin Ali, Al Rayyan, Qatar. Foto: Ibraheem Al Omari/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Hussein Ali dari Irak duel dengan Elkan Baggott dari Indonesia saat pertandingan Piala Asia AFC Grup D di Stadion Ahmad bin Ali, Al Rayyan, Qatar. Foto: Ibraheem Al Omari/Reuters

Elkan Baggott akhirnya kembali ke Timnas Indonesia usai 2 tahun absen. Bek Ipswich Town itu antusias kembali membela 'Merah Putih', tapi belum mau mengungkapkan alasan dirinya sempat tak membela Timnas.

Elkan merasa di momen FIFA Series ini belum pas untuk menjelaskan alasan sebenarnya. Namun yang pasti, sekarang dia sudah antusias untuk merumput lagi jelang kontra Saint Kitts & Nevis di Stadion Utama GBK pada Jumat (27/3) pukul 20:00 WIB.

"Jelas terakhir kali saya bermain untuk Indonesia adalah di [Piala Asia] Qatar pada 2024. Sejak itu, dua tahun telah berlalu dan ada beberapa alasan mengapa saya belum dipanggil ke Timnas. Alasan-alasan yang mungkin akan saya ceritakan di lain waktu. Sekarang mungkin bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya," katanya dalam konferensi pers pralaga, Kamis (26/3).

"Tapi saya sangat senang berada di sini sekarang. Saya merasa terhormat. Anda tahu, ini negara saya dan saya ingin tampil sebaik mungkin dan membuat diri saya, keluarga saya, dan rakyat negara ini bangga," tambahnya.

Elkan Baggott dan Witan Sulaemen duel dengan Zion Suzuki dan Wataru Endo saat Timnas Indonesia vs Jepang dalam laga Grup D Piala Asia 2023 di Stadion Al Thumama, Doha, Qatar, Rabu (24/1/2024). Foto: REUTERS/Thaier Al-Sudani

Namun, tetap tak ada jaminan Elkan Baggott pasti main. Sebab, dia harus bersaing ketat dengan pemain lain.

Dalam FIFA Series kali ini, John Herdman memanggil nama-nama di lini belakang seperti Justin Hubner, Jay Idzes, hingga Kevin Diks yang semuanya mentas di Eropa.

“Bersaing dengan pemain yang juga bermain di lima liga top Eropa diharapkan hanya akan membuat saya dan yang lain meningkatkan level satu sama lain agar tampil lebih baik, memperbaiki peringkat FIFA, dan semoga di masa depan lolos ke Piala Dunia,” tandasnya.