Kumparan Logo

Erick Thohir: Nathan Tjoe-A-On Sudah Ketemu Jokowi

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bek klub Swansea City, Nathan Tjoe-A-On bersama Presiden Jokowi menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Brunei Darussalam pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (12/10/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bek klub Swansea City, Nathan Tjoe-A-On bersama Presiden Jokowi menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Brunei Darussalam pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (12/10/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Calon pemain naturalisasi, Nathan Tjoe-A-On, sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, juga ada dalam pertemuan tersebut.

Kesempatan tersebut terjadi dalam momen pertandingan putaran pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Timnas Indonesia melawan Brunei Darussalam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Kamis (12/10).

Nathan berada di tribune VIP Timur yang juga diisi Jokowi serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo. Nathan juga hadir bersama orang tuanya.

"Dia [Nathan] serius. Kalau enggak, enggak datang tadi sama bapaknya. Kalau enggak, enggak dikenalin sama Presiden," kata Erick usai pertandingan.

Bek klub Swansea City, Nathan Tjoe-A-On bersama Presiden Jokowi menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Brunei Darussalam pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (12/10/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Memang ada rencana, kan, Nathan yang main di Swansea, 21 tahun, dia bisa main bek kiri, tengah kiri, dan dia bisa main di tengah, mudah-mudahan dia mau jadi 'Merah Putih'," tambahnya.

Nathan adalah salah satu pemain yang akan dinaturalisasi PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk memperdalam kekuatan "Skuad Garuda".

Terlebih, Indonesia saat ini tengah bertarung untuk memperebutkan slot Piala Dunia 2026. Di lain sisi, dengan bertambahnya jumlah tim di putaran final, jatah wakil Asia juga bertambah.

"Kembali bahwa kami memerlukan dua kali sebelas pemain tim senior yang sama levelnya, kalau kita mau terus lebih baik lagi," kata Erick.

"Karena, ya, kompetisi akan semakin tinggi, pertandingan akan semakin berat, semua negara juga ingin. Karena ingat, jatah Asia sendiri, kan, delapan setengah. Siapa yang enggak pengin sekarang," tambahnya.