Fabregas Sebut Keputusan Menghentikan Ligue 1 Terlalu Cepat Diambil

Gelandang AS Monaco, Cesc Fabregas, menilai keputusan untuk menghentikan jalannya Ligue 1 2019/20 diambil terlalu cepat.
Kompetisi disetop usai pemerintah Prancis menyatakan musim olahraga profesional 2019/20 tak akan bergulir kembali imbas pandemi COVID-19. Dari situ, operator Liga Prancis, Ligue de Football Professional (LFP) menobatkan Paris Saint-Germain (PSG) sebagai kampiun pada Kamis (30/4/2020).
Keputusan LFP saat itu juga menentukan klub mana yang masuk kompetisi antarklub Eropa, promosi ke Ligue 1, dan degradasi ke Ligue 2.
"Menghentikan liga adalah keputusan besar yang harus diambil otoritas terkait. Saya paham, kok. Namun, mungkin keputusan ini diambil terlalu cepat mengingat banyak liga top di Eropa yang masih berusaha melanjutkan kompetisi," kata Fabregas dalam wawancaranya bersama beIN Sports.
"Mungkin otoritas bisa mempertimbangkan latihan individu yang pada dasarnya tidak terlalu berisiko. Anda tak menyentuh siapa pun dan tak dekat dengan siapa pun berlatih. Negara lain tampaknya semakin dekat dengan kemungkinan untuk menggelar kembali kompetisi sepak bola," ujarnya.
Sejumlah liga di Eropa masih berupaya melanjutkan kompetisi musim ini. Premier League, misalnya, membuat protokol Project Restart sebagai langkah menggulirkan lagi kompetisi.
Bundesliga juga mengonfirmasi bakal memulai lagi liga pada 16 Mei. Meski demikian, Ligue 1 tidak menjadi satu-satunya liga di Eropa yang disetop. Pada 25 April, Eredivisie 2019/20 bahkan dibatalkan sehingga berakhir tanpa juara.
"Saya benar-benar mengerti alasan di balik keputusan ini. Keselamatan tetap harus diutamakan. Yang paling penting adalah keluarga, keamanan, serta kesehatan semua orang yang terlibat di dalam kompetisi," ujar Fabregas.
"Situasi ini sangat sulit dan saya mengerti seseorang perlu membuat keputusan. Kita hanya perlu mengikuti apa yang mereka katakan. Momen ini berat bagi karier dan kehidupan pribadi kita. Namun, kita harus bertahan dan semuanya akan baik-baik saja di masa depan," tutur mantan pemain Arsenal itu.
Monaco ada di posisi kesembilan saat Ligue 1 2019/20 dihentikan sehingga dipastikan tak akan bermain di kompetisi antarklub Eropa musim depan.
====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!
