Fakta Menarik Jelang Liverpool vs Chelsea: Formalitas vs Totalitas

Laga Liverpool vs Chelsea bakal tersaji pada Rabu (23/7) dini hari WIB. Bagi The Reds laga pekan ke-36 Premier League 2019/20 ini adalah formalitas, sedangkan bagi The Blues laga ini merupakan pertaruhan.
Sebab, armada Juergen Klopp sudah mengamankan titel juara dan tak lagi mengejar 100 poin maupun predikat invincible. Sementara itu, pasukan Frank Lampard berambisi finis di empat besar demi kans bermain di Liga Champions 2020/21, sehingga kudu totalitas.
kumparanBOLA merangkum fakta menarik jelang Liverpool vs Chelsea. Silakan disimak.
1) Terakhir kali Chelsea tekuk Liverpool di Premier League
Tahukah kamu? Chelsea tak pernah menang atas Liverpool dalam tiga pertemuan teranyar mereka di Premier League: Sekali seri, dua kali kalah.
Momen terakhir Chelsea bisa mengalahkan Liverpool di Premier League terjadi pada tanggal 6 Mei 2018. Kala itu, sundulan Olivier Giroud membawa tim besutan Antonio Conte menang 1-0 di Stamford Bridge.
Namun, laga nanti akan berlangsung di Anfield, kapan kali terakhir Chelsea menaklukkan Liverpool di sana? Jawabannya: 8 November 2014.
Pada waktu itu, Chelsea asuhan Jose Mourinho menang 2-1 berkat gol Gary Cahill dan Diego Costa dan gol hiburan Liverpool racikan Brendan Rodgers dicetak oleh Emre Can.
2) Sekali menang, sekali kalah
Khusus musim ini, Liverpool sudah bertemu dua kali di Stamford Bridge. Saat berduel di Premier League pada 22 September, Liverpool menang 1-2. Satu gol Trent Alexander-Arnold dan Roberto Firmino hanya dibalas sebiji gol N'Golo Kante.
Ketika bersua di Piala FA, Chelsea yang menang. Willian dan Ross Barkley mencatatkan nama mereka di papan skor. Billy Gilmour menjadi kunci kemenangan Chelsea berkat performa apik di lini tengah. Namun, gelandang 19 tahun itu tak akan main di laga nanti karena cedera.
3) Formalitas vs totalitas
Jika kalah, Chelsea (63 poin, 36 laga) yang berada di peringkat tiga berpotensi tersalip oleh Leicester City (62 poin, 37 laga) atau Manchester United (62 poin, 36 laga). Jadi, Tammy Abraham dan rekan-rekannya harus bertanding dengan totalitas.
Iya, mereka memang telah 'membantu' Liverpool jadi juara, tetapi mengharapkan belas kasih dari Virgil van Dijk dan kolega adalah sia-sia. Biar bagaimanapun, keduanya adalah rival berat.
Terlebih, Liverpool tak mau gagal menang lagi seperti di dua laga sebelumnya. Jadi, walau mungkin ini sekadar formalitas, Liverpool tetap akan main serius.
4) Chelsea sebagai saksi sejarah Liverpool
Seyogianya, Chelsea punya jasa atas kesuksesan Liverpool menjuarai Premier League musim ini. Jika Christian Pulisic cs. tak mengalahkan Man City pada pekan ke-31, Jordan Henderson dan kolega perlu waktu sedikit lebih lama untuk menyegel titel juara.
Kini, mereka akan juga menyaksikan (kalau mau) prosesi pengangkatan trofi juara Premier League oleh Liverpool. Lebih bagus lagi, kalau mereka mau memberi Guard of Honour. Gantian, pada 2015, Liverpool-lah yang mempersambahkannya untuk Chelsea.
----
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

