Kumparan Logo
Chelsea vs Liverpool
Pertandingan Chelsea vs Liverpool pada babak kelima Piala FA 2019/20 di Stadion Stamford Bridge, Rabu (4/3).

Fakta Menarik Jelang Liverpool vs Chelsea: Formalitas vs Totalitas

kumparanBOLAverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertandingan Chelsea vs Liverpool pada babak kelima Piala FA 2019/20 di Stadion Stamford Bridge, Rabu (4/3). Foto: Reuters/Hannah Mckay
zoom-in-whitePerbesar
Pertandingan Chelsea vs Liverpool pada babak kelima Piala FA 2019/20 di Stadion Stamford Bridge, Rabu (4/3). Foto: Reuters/Hannah Mckay

Laga Liverpool vs Chelsea bakal tersaji pada Rabu (23/7) dini hari WIB. Bagi The Reds laga pekan ke-36 Premier League 2019/20 ini adalah formalitas, sedangkan bagi The Blues laga ini merupakan pertaruhan.

Sebab, armada Juergen Klopp sudah mengamankan titel juara dan tak lagi mengejar 100 poin maupun predikat invincible. Sementara itu, pasukan Frank Lampard berambisi finis di empat besar demi kans bermain di Liga Champions 2020/21, sehingga kudu totalitas.

kumparanBOLA merangkum fakta menarik jelang Liverpool vs Chelsea. Silakan disimak.

embed from external kumparan

1) Terakhir kali Chelsea tekuk Liverpool di Premier League

Tahukah kamu? Chelsea tak pernah menang atas Liverpool dalam tiga pertemuan teranyar mereka di Premier League: Sekali seri, dua kali kalah.

Momen terakhir Chelsea bisa mengalahkan Liverpool di Premier League terjadi pada tanggal 6 Mei 2018. Kala itu, sundulan Olivier Giroud membawa tim besutan Antonio Conte menang 1-0 di Stamford Bridge.

Antonio Conte saat melatih Chelsea. Foto: Laurence Griffiths

Namun, laga nanti akan berlangsung di Anfield, kapan kali terakhir Chelsea menaklukkan Liverpool di sana? Jawabannya: 8 November 2014.

Pada waktu itu, Chelsea asuhan Jose Mourinho menang 2-1 berkat gol Gary Cahill dan Diego Costa dan gol hiburan Liverpool racikan Brendan Rodgers dicetak oleh Emre Can.

2) Sekali menang, sekali kalah

Laga Chelsea vs Liverpool di Premier League. Foto: Reuters/John Sibley

Khusus musim ini, Liverpool sudah bertemu dua kali di Stamford Bridge. Saat berduel di Premier League pada 22 September, Liverpool menang 1-2. Satu gol Trent Alexander-Arnold dan Roberto Firmino hanya dibalas sebiji gol N'Golo Kante.

Ketika bersua di Piala FA, Chelsea yang menang. Willian dan Ross Barkley mencatatkan nama mereka di papan skor. Billy Gilmour menjadi kunci kemenangan Chelsea berkat performa apik di lini tengah. Namun, gelandang 19 tahun itu tak akan main di laga nanti karena cedera.

3) Formalitas vs totalitas

Frank Lampard bersua Juergen Klopp pada laga Piala Super Eropa antara Liverpool dan Chelsea. Foto: John Sibley/Reuters

Jika kalah, Chelsea (63 poin, 36 laga) yang berada di peringkat tiga berpotensi tersalip oleh Leicester City (62 poin, 37 laga) atau Manchester United (62 poin, 36 laga). Jadi, Tammy Abraham dan rekan-rekannya harus bertanding dengan totalitas.

Iya, mereka memang telah 'membantu' Liverpool jadi juara, tetapi mengharapkan belas kasih dari Virgil van Dijk dan kolega adalah sia-sia. Biar bagaimanapun, keduanya adalah rival berat.

Terlebih, Liverpool tak mau gagal menang lagi seperti di dua laga sebelumnya. Jadi, walau mungkin ini sekadar formalitas, Liverpool tetap akan main serius.

4) Chelsea sebagai saksi sejarah Liverpool

Kemeriahan di luar Anfield saat suporter Liverpool merayakan kemenangan Premier League. Foto: Phil Noble/Reuters

Seyogianya, Chelsea punya jasa atas kesuksesan Liverpool menjuarai Premier League musim ini. Jika Christian Pulisic cs. tak mengalahkan Man City pada pekan ke-31, Jordan Henderson dan kolega perlu waktu sedikit lebih lama untuk menyegel titel juara.

Kini, mereka akan juga menyaksikan (kalau mau) prosesi pengangkatan trofi juara Premier League oleh Liverpool. Lebih bagus lagi, kalau mereka mau memberi Guard of Honour. Gantian, pada 2015, Liverpool-lah yang mempersambahkannya untuk Chelsea.

----

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.