kumparan
4 Januari 2018 14:07

Football Rant: Tentang Turnamen Tertua di Dunia, Piala FA

Manchester City
Man City saat menjuarai Piala FA pada 2011. (Foto: Adrian Dennis/AFP)
Suatu hari, saya pernah mendengar Yusuf Arifin berkata demikian: "Orang-orang Inggris itu orang-orang yang pompous."
ADVERTISEMENT
Pompous bisa diartikan sebagai sesuatu yang hebat, megah, dan merasa penting pada saat bersamaan. Dalam konteks yang satu ini, Yusuf sedang berusaha menggambarkan bagaimana orang Inggris bisa mengemas sebuah hal menjadi sesuatu yang sakral.
"Mereka jago mengupacarakan sesuatu," kata Yusuf lagi.
Ia lantas mencontohkan bagaimana prosesi penyerahan piala dalam ajang Piala FA. Untuk bisa mengangkat trofi itu, sebuah kesebelasan tidak hanya harus mendaki babak per babak, tetapi juga mendaki tangga stadion, sebelum akhirnya dikalungi medali dan menerima piala tepat di tengah tribune.
Pada saat yang singkat itu, semua mata tertuju pada tim pemenang yang mengangkat trofi tersebut. Mereka berdiri di ketinggian, di mana para pemain bisa memamerkan trofi yang bisa mereka raih ke seluruh penjuru stadion. Megah dan mewah, bukan?
ADVERTISEMENT
Pelbagai gimmick seperti inilah yang kerap menaungi sederet kompetisi yang digelar oleh orang-orang Inggris. Tidak terkecuali Piala FA.
Selain menjadi turnamen tertua di dunia, Piala FA juga merupakan sebuah turnamen di mana klub-klub kecil bisa bersikap semena-mena pada klub-klub yang lebih besar. Ya, tidak adanya batasan membuat klub-klub semi-profesional bisa bertemu dengan tim-tim dari divisi atas pada Piala FA.
Oleh karena itu, tidak heran jika aroma giant killing kerap tercium di Piala FA. Apakah akan ada kejutan lainnya pada perhelatan Piala FA musim ini, itu yang mesti kita nantikan.
Karena turnamen tertua di dunia itu akan mulai mentas pada akhir pekan ini, Football Rant pun mendedikasikan episode 13 untuk Piala FA. Lalu, mengapa pula Yusuf menganggap magis itu sudah tidak sama seperti dulu? Simak pembahasan kami:
ADVERTISEMENT
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan