Futsal: Mencari Obat Rasa Penasaran Maulina Novryliani

Agenda penting menanti Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia pada awal Mei 2018 mendatang: AFC Cup Women Futsal Champhionship di Bangkok, Thailand. Finis di empat besar, demikian target yang ditetapkan Federasi Futsal Indonesia (FFI).
Target tinggi adalah sesuatu yang wajar. Sebab, Timnas Futsal Putri sempat berjaya di ajang SEA Games 2017 dengan membawa pulang medali perunggu dari Malaysia.
Optimisme pun mengiringi para pemain dalam masa persiapan, termasuk Maulina Novryliani. Ia meyakini, Timnas Futsal Putri mampu berbicara banyak meski harus melawan Macau, Hong Kong, dan tim tuan rumah, Thailand, di babak grup.
"Kalau melihat lawan di grup dan berkaca dari catatan pertemuan, Insya Allah Indonesia bisa lolos, minimal grup dulu," ucap Maulina kepada kumparan (kumparan.com) di Dominique Hotel, Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (5/4/2018).
"Semua bisa berjalan tergantung dari semangat kami, para pemain. Kalau kami tidak optimistis, ya, kapan lagi bisa diberikan kesempatan untuk membuktikan diri di ajang ini. Apalagi saya belum tahu ke depannya masih akan bermain untuk timnas atau tidak," tuturnya menambahkan.
Rasa penasaran juga menjadi dorongan tambahan buat Maulina. Itu muncul akibat kekalahan 1-2 oleh Vietnam pada partai terakhir di SEA Games 2017. Indonesia pun turun ke posisi ketiga dalam format round-robin. Padahal, harapan merebut emas sempat terbuka setelah Indonesia mengalahkan Malaysia, Myanmar, dan menahan Thailand.
"Kita semua mengetahui, Thailand memang rajanya (kompetisi) di Asia Tenggara, tetapi Indonesia bisa bikin seri, bahkan sempat unggul saat itu. Namun, kendala utama, kenapa saat menghadapi Vietnam tidak bisa ambil poin, sementara Vietnam selalu kalah dari Thailand. Mungkin saat kami bertanding fokus pikiran tertujunya begini, ya, kalau Thailand (pola) mainnya cepat, Vietnam pola dan organisasi menyerang yang lebih cepat," kata Maulina.

Guna mengobati rasa penasaran, Maulina fokus menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Futsal Putri Indonesia di Purwokerto, Jawa Tengah, sepekan ini. Di bawah juru latih anyar, Kensuke Takahashi, Maulina bertekad tak ingin mengulangi kesalahan yang terjadi pada gelaran sebelumnya.
"Pelatih baru meminta pemain saat situasi menyerang tidak usah berpikir bakal kebobolan. Jadi intinya kalau lagi menyerang, ya, lanjutin saja. Perbedaannya sebelum dilatih sama dia (Kensuke), pas melakukan serangan masih pikir-pikir pertahanan bagaimana. Nah, pelatih sekarang minta dilakukan bersama-sama, menyerang sama-sama, bertahan juga," kata Maulina.
Jika menilik gaya kepelatihan Kensuke yang mengedepankan intensitas latihan yang tinggi, mau tidak mau, para pemain harus menyiapkan fisik prima. Meski latihan begitu menguras tenaga, penggawa Kebumen United Angels ini mengaku enjoy dengan menu latihan.
"Untungnya pelatih memahami kondisi pemain ya, tidak selalu minta cepat, cepat, dan cepat saja karena dia memberikan menu latihan itu bertahap dan setiap hari meningkat. Efek dari latihan memang kalau dari segi fisik saat ini kondisi saya bisa dibilang 80%, tetapi tidak apa-apa karena ini demi negara, apa saja saya lakukan," ucapnya.
